Senin, 25 Okt 2021 13:15 WIB

Heboh Nakes Diminta Kembalikan Dana Insentif COVID-19, Begini Kata Kemenkes

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Di tengah tingginya lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia, membuat para dokter muda menjadi garda terdepan untuk merawat dan mengobati para pasien. Insentif COVID-19 Kemenkes RI jadi polemik, begini faktanya. (Foto ilustrasi: Getty Images)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI angkat bicara soal polemik pengembalian insentif COVID-19 Kemenkes RI dari sejumlah tenaga kesehatan. Dipastikan, pengembalian tersebut imbas kesalahan transfer, atau dobel pembayaran insentif.

Menurut Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI dr Trisa Wahyuni Putri, dobel pembayaran insentif COVID-19 Kemenkes RI tidak terjadi pada seluruh nakes. Artinya, hanya sejumlah nakes yang diminta untuk kemudian melakukan pengembalian insentif COVID-19 Kemenkes RI.

Kemenkes meminta para nakes tidak perlu khawatir terkait permintaan pengembalian insentif COVID-19 Kemenkes RI. Adapun hak dan tunjangan para nakes akan dibayarkan sesuai dengan ketentuan yang ada, dipastikan akan tetap diproses.

Ketentuan insentif COVID-19 Kemenkes RI sesuai dengan KMK nomor HK.01.07/MENKES/4239/2021 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Tenaga Kesehatan yang Menangani COVID-19.

"Kami tegaskan lagi bahwa ini ditujukan kepada tenaga kesehatan yang menerima dobel transfer. Artinya mendapatkan dobel pembayaran dan di bulan yang sama," jelas dr Trisa Wahyuni Putri dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (23/10/2021).

Bagaimana awal mulanya?

Awal mula informasi pengembalian dana insentif COVID-19 berasal dari beredarnya surat undangan terkait 'Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Kelebihan Bayar Insentif pada Tenaga Kesehatan Tahun 2021.' Rapat tersebut membahas terkait kelanjutan atau mekanisme pengembalian kelebihan insentif COVID-19 Kemenkes RI.

Total ada 447 rumah sakit dan puskesmas, dari 31 provinsi yang diundang dalam rapat koordinasi.

Berapa banyak nakes yang diminta mengembalikan dana?

Kemenkes tengah berkoordinasi terkait berapa banyak jumlah tenaga kesehatan yang menerima kelebihan pembayaran insentif COVID-19 Kemenkes RI. Pihaknya berjanji akan terus berupaya mempermudah pencairan dana insentif COVID-19 tahun 2020 dan 2021.

"Proses pembayaran insentif semakin berjalan lancar dibandingkan dengan proses sebelumnya sehingga para Nakes dapat menerima insentif secara lebih teratur," sambung dr Trisa.

Adapun pengawalan dana insentif COVID-19 Kemenkes RI dilakukan dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal ini demi memastikan keamanan dan transparan dana insentif COVID-19 Kemenkes RI.



Simak Video "Terdeteksi di 38 Negara, Penularan Varian Omicron Meningkat "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)