Senin, 25 Okt 2021 13:46 WIB

COVID-19 'Ngegas' Lagi di Rusia, RS Mulai Kewalahan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Rusia mencatat varian terbaru COVID-19 yang dinamakan AY.4.2. Varian Corona ini diketahui pertama kali ditemukan di Inggris. Foto: AP Photo
Jakarta -

Kasus COVID-19 di Rusia sampai saat ini masih terus melonjak. Akibat lonjakan kasus ini, beberapa fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan di sana mulai kewalahan.

Di rumah sakit ternama nomor 2 di Kota Biysk, Rusia, para dokter harus bekerja tiga shift dalam 24 jam berturut-turut. Mereka mengaku mulai menerima pasien-pasien Corona yang sebelumnya menolak untuk divaksinasi.

"Tahun lalu kami mampu mempertahankan jumlah pasien sekitar 23-24 orang. Tetapi, hari ini kami memiliki 65 orang yang membutuhkan perawatan intensif," kata Olga Kaurova selaku Wakil Kepala Dokter di rumah sakit tersebut yang dikutip dari Reuters, Senin (25/10/2021).

"Sebagian besar pasien yang berada di ICU kami tidak divaksinasi," lanjutnya.

Kaurova mengatakan pasien Corona saat ini didominasi oleh kelompok usia muda. Bahkan, belum lama ini seorang wanita berusia 19 tahun sekarat akibat COVID-19.

Kepala Dokter Rumah Sakit, Aleksei Karhaukhov, mengatakan staf rumah sakit mengalami kesulitan akibat kondisi ini. Mereka harus terus mengatasi beban kerja yang sangat besar.

"Mereka yang tetap bekerja dengan kapasitas penuh mereka, tanpa belas kasihan pada diri mereka sendiri," ujarnya.

Berdasarkan rekaman di rumah sakit tersebut baru-baru ini, terlihat pasien-pasien COVID-19 berbaring di tempat tidur yang terhubung dengan oksigen. Dokter pun memberikan pijatan pada salah satu pasien yang bertujuan untuk mencegah kerusakan paru-paru yang lebih lanjut.

"Baru sampai pada titik ini orang mulai mengerti bahwa mereka harus selalu menjaga jarak bahkan di jalan, rajin mengganti masker, dan selalu memakai sarung tangan," kata seorang pasien yang menggunakan alat bantu oksigen.

Pada pekan lalu, otoritas Biysk melaporkan adanya peningkatan kasus infeksi COVID-19 yang sangat tajam. Media lokal setempat pun melaporkan harus membuka kamar mayat tambahan untuk para pasien COVID-19 yang meninggal.

Sementara itu secara nasional, Rusia mencapai rekor jumlah pasien COVID-19 selama lima hari berturut-turut pada Sabtu (23/10/2021), dengan jumlah kematian mencapai 1.075 kasus. Melihat kondisi itu, Rusia tengah bersiap untuk melakukan penguncian atau lockdown nasional pada akhir bulan ini.



Simak Video "Daftar Negara yang Larang Masuk Penerbangan dari Afrika"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)