Senin, 25 Okt 2021 14:00 WIB

WHO Soroti Positivity Rate RI di Bawah 2 Persen Sebulan Terakhir, Ini Artinya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Corona di Indonesia. (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Selama 4 pekan berturut-turut, positivity rate Corona di Indonesia tercatat rendah, di bawah 2 persen. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut angka positivity rate bisa menjadi acuan saat target testing satu per 1.000 penduduk per minggu tercapai.

"Sejak pertengahan Mei 2021, angka testing lebih dari 1 per 1.000 populasi per minggu dapat dipertahankan. Dalam lima minggu terakhir, angkanya lebih dari 4 per 1.000 penduduk per minggu," demikian sorot WHO dalam laporan terbaru mingguan mereka per 19 Oktober 2021.

"Sangat penting untuk memastikan kelanjutan dari strategi pengujian yang ketat untuk mengidentifikasi kasus COVID-19 dengan cepat di antara kasus yang dicurigai dan kontak dekat. Selain itu, penting untuk melakukan analisis terpisah dari tingkat pengujian berdasarkan tujuan pengujian," sambung laporan tersebut.

Per 11-17 Oktober 2021, hanya ada satu provinsi di Indonesia yang memiliki penularan komunitas sedang. Adalah Kalimantan Utara dengan insiden 32,4 per 100 ribu penduduk.

Artinya, masih ada risiko penularan COVID-19 di masyarakat umum dan insiden kasus yang terjadi secara lokal dalam kurun waktu 14 hari terakhir. Selebihnya, 33 provinsi tercatat pada level tranmisi komunitas rendah yaitu level 1.

Berikut catatan tes positivity rate sepekan terakhir:

  • Minggu (24/10/2021): 0,46 persen
  • Sabtu (23/10/2021): 0,55 persen
  • Jumat (22/10/2021): 0,46 persen
  • Kamis (21/10/2021): 0,45 persen
  • Rabu (20/10/2021): 0,68 persen
  • Selasa (19/10/2021): 0,66 persen


Simak Video "Terdeteksi di 38 Negara, Penularan Varian Omicron Meningkat "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)