Senin, 25 Okt 2021 14:31 WIB

Kapan COVID-19 Masuk ke Indonesia? Begini Kronologinya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Indonesian flag waving and Coronavirus 2019 nCov concept. Asian outbreak in Indonesia, coronaviruses influenza as dangerous flu strain cases as a pandemic. Microscope virus Covid19 close up. Foto: Getty Images/iStockphoto/RECSTOCKFOOTAGE
Jakarta -

Kini sudah lebih dari setahun sejak kasus awal COVID-19 dilaporkan di Indonesia. Penyakit akibat virus Corona SARS-CoV-2 ini pertama kali diidentifikasi di Wuhan, China, pada Desember 2019. Sebenarnya, kapan COVID-19 masuk ke Indonesia?

Pasien 01 dan 02

Pertama kalinya COVID-19 dilaporkan masuk ke Indonesia pada 2 Maret 2020 di Depok, Jawa Barat. Kasus penularan pertama ini terungkap setelah pasien 01 melakukan kontak dekat WN Jepang yang ternyata positif COVID-19 saat diperiksa di Malaysia pada malam Valentine, 14 Februari 2020.

Selang dua hari, pasien 01 merasa kurang enak badan dan mengeluhkan gejala yang mirip COVID-19. Gejala yang ia rasakan seperti batuk, sesak, dan demam dalam kurun waktu 10 hari.

Saat berobat ke RS di Depok, pasien 01 sempat dirawat dan didiagnosis mengidap bronkopneumonia, salah satu jenis pneumonia yang menyebabkan peradangan pada paru-paru. Usai dikabarkan rekannya yang WN Jepang positif COVID-19, pasien 01 langsung dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso.

Setelah dilakukan pengambilan spesimen nasofaring, orofaring, serum, dan sputum oleh Balitbangkes, pasien 01 dinyatakan positif COVID-19 pada 1 Maret 2020. Sementara awal Corona di Indonesia diumumkan pertama kali pada keesokan harinya. Hasil tes ini pun akhirnya bisa menjawab kapan COVID-19 masuk ke Indonesia.

Untuk pasien 02 merupakan ibu dari pasien 01. Ia tertular usai melakukan kontak dekat dengan anaknya. Pasien 02 mulai merasa tidak enak badan dan berobat ke rumah sakit di kawasan Depok.

Saat itu pasien 02 didiagnosa mengidap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Ia juga dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso dan diidentifikasi terinfeksi COVID-19 pada 1 Maret 2020.

Sejumlah pejabat sempat berkelakar bahwa Indonesia 'kebal' COVID-19, sebelum akhirnya kasus pertama muncul lalu diikuti lonjakan kasus beberapa waktu kemudian.

Sempat disebut 'kebal' COVID-19

Sebelum ditemukannya pasien 01 dan 02, Indonesia disebut kebal dari COVID-19 dalam berbagai celetukan yang dilontarkan sejumlah pejabat. Sebab, saat banyak negara mulai melaporkan kasus COVID-19, Indonesia masih belum melaporkan kasus Corona.

Namun, setelah ditemukannya pasien 01 dan 02 ini mematahkan mitos bahwa Indonesia 'kebal Corona'. Spekulasi ini juga diperkuat usai pemeriksaan terhadap 78 WNI awak kapal pesiar Diamond Princess seluruhnya menunjukkan hasil negatif.

Lonjakan kasus pertama

COVID-19 di Indonesia pertama kali mengalami lonjakan kasus pertama pada 9 Mei 2020 dengan jumlah 533 kasus. Selanjutnya, pada 9 Juli 2020 kembali terjadi lonjakan kasus baru mencapai 1.043 kasus. Ini menjadi penambahan kasus tertinggi sejak kapan COVID-19 masuk ke Indonesia.

Meski kasus COVID-19 di Indonesia sempat melonjak pesat hingga pernah mencatat kasus harian sebanyak 49.509 pada 22 Juli 2021 lalu, kini kondisinya mulai membaik. Kondisi pandemi yang mulai melandai ini juga menjadi dampak dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM yang masih dilakukan hingga saat ini.

Kini kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia sudah mencapai 4.240.019 kasus. Jumlah pasien yang sembuh telah menyentuh 4.082.454 kasus dengan kasus meninggal 143.205.



Simak Video "Kabar Baik! Selama Ramadan, Tren Covid-19 di Indonesia Terus Turun"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)