Senin, 25 Okt 2021 21:15 WIB

Berapa Lama Jarak Vaksin AstraZeneca 1 dan 2? Cek di Sini

Astika - detikHealth
BANGKOK, THAILAND - JUNE 07: A woman takes a selfie while being administered the AstraZeneca Covid-19 coronavirus vaccine by a health worker at the mass vaccination site inside the Siam Paragon shopping mall on June 07, 2021 in Bangkok, Thailand. Thailand began rolling out its long-anticipated mass vaccination program on Monday. The government has said it will vaccinate around 70 percent of its population by the end of the year, with either  Sinovac or AstraZeneca vaccines. The government has also announced plans to acquire Pfizer and Johnson & Johnson vaccines to bolster its program. (Photo by Sirachai Arunrugstichai/Getty Images) Jarak vaksin astra 1 dan 2 (Foto: Getty Images/Sirachai Arunrugstichai)
Jakarta -

Tiap jenis vaksin COVID-19 punya interval atau jeda pemberian dosis 1 dan 2 yang berbeda. Berapa lama jarak pemberian vaksin AstraZeneca dosis 1 dan 2?

Vaksin AstraZeneca yang merupakan hasil kerja sama antara perusahaan farmasi AstraZeneca dan Universitas Oxford, memiliki karakteristik yang cukup berbeda dari vaksin lainnya. Vaksin yang diproduksi dengan teknologi viral vector ini ternyata butuh waktu yang lebih lama antara dosis pertama dan dosis kedua yaitu sekitar 8-12 minggu atau 3 bulan.

Keputusan interval yang cukup lama tersebut, hingga 12 minggu, dilatarbelakangi oleh penelitian yang dilakukan di Inggris, Brazil, dan Afrika Selatan. Penelitian dengan 17177 peserta ini ditujukan untuk membandingkan pemberian kedua dosis dalam beberapa interval yang berbeda yaitu 4-12 minggu.

Hasil studi menunjukkan bahwa efikasi Vaksin AstraZeneca dapat mencapai 82,3 persen setelah pemberian dosis kedua dengan interval pemberian selama 12 minggu atau lebih.

Namun, jika 2 dosis Vaksin AstraZeneca diberikan dengan interval kurang dari 6 minggu, ternyata efikasi hanya mencapai 54,9 persen.

Vaksin lainnya seperti Vaksin Influenza dan Ebola juga diketahui memiliki efek kemanjuran yang lebih besar dengan interval pemberian dosis pertama dan kedua yang lebih lama.

Seorang profesor di bidang kedokteran dari Universitas East Anglia mengungkapkan pendapatnya terhadap hasil penelitian ini.

"Melihat hasil studi ini, jelas bahwa jarak 12 minggu antara dosis pertama dan kedua merupakan strategi yang lebih baik. Karena lebih banyak orang yang akan terlindungi dengan efek perlindungan yang lebih besar," ujar Profesor Paul Hunter, dikutip dari thebmj.

Bagaimana jika pemberian dosis kedua terlambat dari jadwal yang ditentukan?

Di lapangan, bisa saja ditemui kondisi seseorang yang telat menerima dosis kedua vaksin yang diakibatkan oleh stok vaksin sedang kosong atau sedang berada di kondisi yang tidak memungkinkan, sakit misalnya.

Ditakutkan dengan adanya keterlambatan menerima dosis vaksin kedua akan mempengaruhi kemanjuran vaksin ini dalam melawan virus corona. Namun hal tersebut dibantah oleh juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi yang mengatakan bahwa keterlambatan ini tidak akan mempengaruhi efektivitas vaksin.

"Keterlambatan penyuntikan vaksin dosis kedua selama masih dalam interval yang direkomendasikan para ahli, masih aman dan tidak akan mengurangi efektivitas vaksin pertama sehingga antibodi kita masih dapat terbentuk dengan optimal melawan virus COVID-19," ungkap dr Nadia.



Simak Video "Pemerintah Minta Produsen Vaksin Covid-19 Penuhi Target Pengiriman"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)