Selasa, 26 Okt 2021 05:00 WIB

Round Up

Jokowi Minta Harga PCR Jadi Rp 300 Ribu, Bakal Wajib di Semua Moda Transportasi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jakarta -

Syarat tes PCR untuk moda transportasi pesawat mulai berlaku sejak Minggu (24/7/2021). Kebijakan ini hanya diterapkan untuk wilayah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dan 4, sementara level 1 dan 2 diperbolehkan menggunakan tes antigen.

Ketentuan wajib PCR untuk naik pesawat lantas menuai pro kontra, hingga banjir kritik. Sebab, pakar menilai wajibnya PCR bagi syarat perjalanan kurang bijak, meski tujuannya menekan kasus COVID-19. Hal ini dikarenakan risiko penularan di pesawat terbilang rendah berkat adanya filter dengan HEPA sirkulasi 20 kali dalam sejam.

Pemerintah buka suara

Koordinator PPKM Jawa Bali Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pemerintah berupaya untuk terus menjaga kasus COVID-19 terkendali. Menurutnya, mobilitas sudah kembali meningkat beberapa pekan terakhir, sehingga perlu ada keseimbangan di tengah relaksasi.

"Dapat kami sampaikan bahwa hal ini ditujukan utamanya untuk menyeimbangkan relaksasi yang dilakukan pada aktivitas masyarakat, terutama pada sektor pariwisata," jelas Luhut dalam Evaluasi PPKM Senin (25/10/2021).

"Perlu dipahami bahwa kebijakan PCR ini diberlakukan karena kami melihat risiko penyebaran semakin meningkat karena mobilitas meningkat dalam beberapa minggu terakhir," sambung dia.

Jokowi meminta harga PCR turun

Meski begitu, Presiden Joko Widodo akhirnya meminta harga tes PCR turun menjadi Rp 300 ribu, sehingga bisa mengurangi beban masyarakat di tengah kebijakan wajibnya PCR untuk naik pesawat.

Tidak hanya perihal harga, masa berlaku syarat PCR untuk naik pesawat juga diminta menjadi 3x24 jam. Sebelumnya diketahui, syarat hasil tes PCR yang ditunjukkan diambil maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

"Arahan Presiden harga PCR dapat diturunkan menjadi Rp 300 ribu dan berlaku selama 3x24 jam untuk perjalanan pesawat," kata Luhut.

Tes PCR bakal diwajibkan di moda transportasi lain. Selengkapnya di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2