Selasa, 26 Okt 2021 15:00 WIB

Dijalani Kim Seon Ho dan Mantan, Kenapa Sulit Lepas dari Toxic Relationship?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kim Seon Ho Kim Seon Ho. (Foto: dok. SALT Entertainment)
Jakarta -

Isu skandal yang menyeret Kim Seon Ho masih menyita perhatian publik. Forum Dispatch baru-baru ini mengungkap kronologi hubungan yang dijalani aktor asal Korea Selatan itu dan mantan pacarnya.

Dispatch merilis sebuah gambaran tangkapan layar percakapan antara Kim Seon Ho yang sedang berkeluh kesah dengan temannya mengenai hubungannya dengan mantan. Rekannya menyebut Kim Seon Ho sedang menjalani hubungan yang toxic.

Dalam percakapan tersebut, Kim Seon Ho menuliskan bahwa ia mendapati mantan pacarnya sudah berbohong beberapa kali. Tangkapan layar lainnya mengungkap isi percakapan ia dan mantan yang ingin meminta kembali setelah putus.

Meninggalkan hubungan apapun tentu sangat sulit. Meninggalkan yang buruk belum tentu lebih mudah. Seringkali dibutuhkan banyak akal, energi, dan kekuatan untuk bertahan dalam hubungan yang buruk seperti halnya untuk pergi.

Berada di toxic relationship tidak mudah. Namun untuk pergi pun sama sulitnya. Tidak jarang hal ini membuat orang bertanya-tanya, kok bisa sulit untuk 'kabur' dari hubungan yang tidak sehat?

1. Sudah merasa nyaman

"Sangat umum melihat orang berjuang untuk mengakhiri hubungan, meski yang buruk sekalipun," kata terapis Jordan Madison, LGMFT, kepada Bustle.

Sangat sulit untuk memutuskan pergi dari hubungan yang tidak sehat, tapi bukan tidak mungkin untuk dilakukan.

2. Rendahnya kepercayaan diri

Meninggalkan hubungan yang tidak sehat membutuhkan kegigihan dan kepercayaan diri yang sangat besar, terlebih jika sudah kerap kali diremehkan oleh pasangan yang toxic.

Memiliki kepercayaan diri yang rendah berperan dalam bertahan dalam hubungan yang tidak sehat karena dapat menyebabkan orang tersebut percaya bahwa tidak ada orang lain yang menginginkannya, jadi mereka sebaiknya tetap dengan pasangan mereka saat ini.

"Orang yang terjebak dalam toxic relationship mungkin menganggap diri mereka tidak layak untuk hubungan yang sehat dan penuh cinta," beber Madison.

3. Merasa lebih bahagia bersama pasangan toxic

Sayangnya, bagi sebagian orang, mereka merasa lebih baik berada dalam toxic relationship daripada tidak memiliki hubungan sama sekali. Mereka lebih suka tidak bahagia, dan dengan pasangan, daripada sendirian.

Orang-orang dalam hubungan beracun membutuhkan bantuan dari teman, keluarga, dan profesional untuk berkomitmen pada perubahan. Orang sering kembali ke hubungan yang toxic, terkadang karena akrab dan merasa nyaman.

Mereka yang terjebak dalam toxic relationship dalam waktu lama membutuhkan rehabilitasi, sebuah proses yang membutuhkan waktu. Temukan teman, anggota keluarga, atau profesional yang mendukung untuk membantu Anda melalui proses penyembuhan.

Perlu diingat, jika dilecehkan secara fisik, verbal, atau seksual dalam suatu hubungan, Anda harus segera keluar dari hubungan tersebut dan mencari bantuan.



Simak Video "Bela Idola Meski Salah, Psikolog: Tak Siap Terima Kekurangannya"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)