Selasa, 26 Okt 2021 15:37 WIB

Menkes Kaji 'Mixing' Dosis Vaksin COVID-19 untuk Booster Tahun 2022

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap pemerintah tengah mengkaji jenis pemberian vaksinasi COVID-19 booster tahun depan. Ada kemungkinan jenis vaksin COVID-19 nantinya bisa dicampur, seperti penerima Sinovac kemudian menerima jenis vaksin AstraZeneca atau vaksin Pfizer.

Hal tersebut kini dibahas dengan para ahli di Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Seperti diketahui, banyak negara yang sebelumnya sudah melakukan uji coba vaksinasi booster, baik dengan mencampur jenis vaksin maupun memberikan booster dengan vaksinCOVID-19 yang sama seperti dosis satu dan dua.

"Jadi sekarang tengah dikaji oleh lembaga penelitian bekerja sama dengan ITAGI untuk melihat kombinasi mana yang baik, antara Sinovac, Sinovac, boosternya juga Sinovac," ungkap Menkes dalam konferensi pers Selasa (26/10/2021).

"Atau AstraZeneca atau Sinovac dengan Pfizer, demikian juga dengan AstraZeneca dan AstraZeneca atau AstraZeneca dengan Sinovac dan Pfizer. Ini diharapkan penelitian (vaksin booster) di akhir tahun bisa selesai," ungkap Menkes agar studi bisa menjadi basis untuk kebijakan vaksinasi booster ke depan.

Sesuai syarat WHO, Menkes memastikan vaksinasi booster akan diberikan ke kalangan masyarakat berisiko tinggi terpapar COVID-19 dan yang mengalami defisiensi imunitas. Mereka adalah para tenaga kesehatan dan lansia, disusul dengan pengidap HIV dan kanker.



Simak Video "Penjelasan Bio Farma soal Uji Efikasi Vaksin Sinovac untuk Booster"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)