Rabu, 27 Okt 2021 09:31 WIB

e-Life

Saat Laki-laki Stres karena Aborsi Paksa

dtv - detikHealth
Jakarta -

Aborsi, terutama jika terjadi secara paksa, umumnya akan menyisakan luka psikis mendalam. Masalah psikis ini bisa dialami terutama perempuan.

"Iya memang biasanya kan post traumatic abortion syndrome sebutannya ya (PAS) atau stres pasca aborsi itu kan terjadi pada perempuan. Kalau kita hamil terus diambil gitu anaknya secara paksa dan menggunakan peralatan yang bikin kita jadi nggak nyaman, pasti menimbulkan perasaan kecewa, perasaan cemas, perasaan marah terus jadi kehilangan rasa harga diri," terang Dosen Psikologi Universitas Indonesia, Dian Wisnuwardhani, M. Psi., Psikolog di acara e-Life detikcom.

Namun, trauma pasca aborsi juga bisa terjadi kepada pihak pria, meskipun wujudnya berbeda. Jika tidak ditangani bisa menimbulkan stres berkepanjangan.

"Yang laki-laki juga bisa mengalami trauma, trauma dalam arti dia lihat itu kan kondisi pasangannya kok jadi stres, jadi cepat marah, jadi ketakutan, malu dia, jadi merasa bersalah," jelas Dian.

Luka psikis tersebut bisa berpotensi mengganggu hubungan yang dimiliki antara laki-laki dan perempuan tersebut.

"Kemudian ketika dia tidak bisa memaafkan dirinya juga karena sudah memaksakan kepada pasangannya untuk aborsi, akhirnya dia menjadi mengalami bisa terjadi mimpi buruk terus bisa juga jadi nggak mau bertemu dengan pacar yang itu karena kalau dia melihat pasangan atau pacarnya jadi terbawa-bawa dengan kata-kata aborsi itu," lanjut Dian.

Oleh karena itu, Dian menekankan untuk berpikir masak-masak sebelum sepakat berhubungan seksual, untuk menghindari kemungkinan perilaku abusive seperti pemaksaan aborsi.

"Pengambilan keputusan untuk mau hamil atau tidak, kalau hamil dia mau bertanggung jawab nggak itu harusnya sudah diputuskan ketika mau melakukan hubungan seksual, sehingga bisa terhindar dari kondisi-kondisi yang dikatakan sebagai perilaku abusive di mana memaksakan kehendak diri untuk meminta pasangan kita melakukan aborsi, karena efeknya nggak cuman di hari itu tapi juga setelah itu," tegas Dian.

(gah/gah)