Rabu, 27 Okt 2021 15:35 WIB

Aromaterapi Jadi Pemicu Wabah Langka di AS, Pasien Mual-Sesak Napas

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ilustrasi bakteri yang disimpan di wadah khusus di laboratorium Ilustrasi bakteri. (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Produk aromaterapi di Amerika Serikat baru-baru ini terkonfirmasi memicu infeksi bakteri. Ada empat orang yang terkena infeksi Melioidosis, imbas bakteri langka yang terkadang memicu kondisi fatal.

Bakteri tersebut adalah Burkholderia pseudomallei, sebagian besar ditemukan di iklim tropis. Pusat dan Pengendalian Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) membenarkan pada hari Selasa, semprotan aromaterapi yang dijual Walmart Inc, salah satunya, memicu infeksi bakteri tersebut.

Karenanya, pihak Walmart pekan lalu sudah menarik sekitar 3 ribu botol semprotan yang diproduksi di India, dan dijual di sekitar 55 toko dan situs web mereka antara Februari dan Oktober, setelah badan kesehatan masyarakat setempat mengidentifikasi bakteri.

"Sebagai bagian dari penarikan, kami secara proaktif menerapkan rencana untuk memberi tahu pelanggan dan mencegah penjualan produk lebih lanjut sementara agen federal melanjutkan penyelidikan mereka," kata pengecer produk AS, dikutip dari Reuters.

Apa saja gejala yang dikeluhkan saat terinfeksi bakteri tersebut?

Bakteri itu diidentifikasi pekan lalu oleh badan kesehatan masyarakat dalam semprotan di rumah seorang warga Georgia yang jatuh sakit.

Melioidosis bisa menyebabkan berbagai gejala. Dalam kasus yang terjadi di Georgia, Kansas, Texas dan Minnesota, gejala yang muncul meliputi batuk, sesak napas, merasa lemah. Gejala lainnya adalah sebagai berikut.

  • Kelelahan
  • Mual
  • Muntah
  • Demam
  • Ruam pada badan, perut dan wajah.

"Orang yang telah menggunakan produk dalam 21 hari terakhir dan memiliki gejala melioidosis harus mencari perawatan medis dan memberi tahu dokter mereka bahwa mereka terkena semprotan yang ditarik kembali," kata CDC.

"Dokter juga dapat merekomendasikan orang yang menggunakan produk tetapi tidak memiliki gejala untuk menggunakan antibiotik untuk mencegah infeksi," kata pernyataan itu.



Simak Video "Wabah Ebola Muncul Lagi, 3 Orang di Guinea Meninggal"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)