Rabu, 27 Okt 2021 16:00 WIB

Waduh! Giliran India Laporkan Varian Delta 'Plus' AY.4.2

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
India mencatat kematian akibat virus Covid-19 hingga 400.312 jiwa, Jumat (2/7).  Angka tertinggi terjadi pada hari ini dengan 853 kematian dalam satu hari. India laporkan kasus varian Delta 'Plus' AY.4.2. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Varian Delta baru AY.4.2 atau lebih umum dikenal dengan varian Delta 'Plus' kini ditemukan di India. Berdasarkan laporan GISAID, sejauh ini sudah ada 17 kasus yang berkaitan dengan varian AY.4.2 tersebut.

Dikutip dari Hindustan Times, kasus terbaru varian AY.4.2 di India ini dicurigai berkaitan dengan dua kasus yang diidentifikasi pada awal pekan ini. Sejauh ini, 17 kasus varian AY.4.2 ini sudah ditemukan di enam negara bagian India. Berikut rincian penyebarannya:

  • 7 kasus di Andhra Pradesh
  • 4 kasus di Kerala
  • 2 kasus di Telangana
  • 2 kasus di Karnataka
  • 1 kasus di Maharashtra
  • 1 kasus di Jammu
  • 1 kasus di Kashmir

Menurut Matthew Bashton dan Darren Smith dari Universitas Northumbria di Newcastle, bahwa 75 garis keturunan AY dari virus corona telah diidentifikasi hingga sekarang. Masing-masing dengan mutasi penentu tambahan yang berbeda dalam genom mereka.

Keduanya mengatakan salah satu varian ini - AY.4 - terus tumbuh secara proporsional di Inggris selama beberapa bulan terakhir. Terhitung 63 persen kasus baru dalam 28 hari terakhir berkaitan dengan varian tersebut.

"Perubahan yang menentukan pada AY.4.2 adalah mutasi A1711V, yang mempengaruhi protein Nsp3 virus, yang memainkan sejumlah peran dalam replikasi virus. Namun, dampak dari mutasi ini tidak diketahui," kata Bashton dan Smith.

Sebelumnya, varian Delta Plus atau AY.4.2 ini diduga menjadi salah satu penyebab melonjaknya kasus COVID-19 di Inggris. Tak hanya di Inggris, varian AY.4.2 ini juga sudah terdeteksi di Amerika Serikat, Denmark, Israel dan Rusia.

Apakah bisa menular lebih cepat?

Menurut Direktur Institut Genetika Universitas College London, Profesor Francois Balloux, mungkin saja varian Delta AY.4.2 memiliki penularan lebih cepat. Sebab, secara intrinsik varian AY.4.2 ini lebih mudah menular.

"Untuk meringkas, kenaikan baru-baru ini di Inggris dari AY.4.2 akan kompatibel dengan keuntungan transmisibilitas, 10 persen. Karena itu, kita harus mengawasinya. Padahal, berdasarkan susunan genetiknya, itu bukan kandidat variant of concern," jelas dia, dikutip dari Twitter @BallouxFrancois.

"Pembaruan pada AY.4.2. Lintasannya di Inggris tidak berubah selama 2 hari terakhir. Peningkatannya juga tampaknya tidak spesifik wilayah, yang mungkin menunjukkan bahwa A.Y.4.2 secara intrinsik lebih mudah menular, daripada dibawa oleh demografis," pungkas dia.



Simak Video "Antisipasi Pemerintah Halau Varian Corona AY.4.2 Masuk ke Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)