Rabu, 27 Okt 2021 22:35 WIB

Waduh! Pemerintah Temukan Pelanggaran dalam Penggunaan PeduliLindungi

Angga Laraspati - detikHealth
aplikasi pedulilindungi mendag lutfi pasar Foto: Aulia Damayanti/detikcom
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengungkapkan pemerintah menemukan beberapa pelanggaran, salah satunya dalam implementasi penggunaan PeduliLindungi. Pelanggaran seperti ini acap kali ditemukan di tempat wisata dan restoran.

"Kami melakukan identifikasi di lapangan dan ditemukan hanya satu orang atau perwakilan dari kelompok yang diharuskan untuk melakukan scanning QR Code agar kapasitas tempat wisata tidak cepat penuh," ujar Johnny dalam keterangan tertulis, Rabu (27/10/2021).

Padahal, menurut Johnny, penggunaan aplikasi PeduliLindungi menjadi penting untuk mengendalikan pandemi di tengah peningkatan mobilitas masyarakat. Ia juga mendorong agar masyarakat terus menggunakan dan mempromosikan PeduliLindungi.

"Terkait hal ini perlu disampaikan bahwa aplikasi ini telah digunakan sebanyak 121,3 Juta kali," ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah bar dan klub malam juga masih beroperasi tanpa memperhatikan protokol kesehatan. Bahkan, di beberapa bar, para pengunjung tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar dan video untuk menutupi potensi pelanggaran yang terjadi.

Johnny pun memastikan pemerintah akan menindak tegas terhadap pelanggar protokol kesehatan sebagai penguatan upaya pencegahan gelombang ke-3 penyebaran COVID-19 di Indonesia.

Johnny menuturkan pemerintah juga melakukan pengawasan lebih lanjut perlu dilakukan di setiap tempat Transit/Transportasi dan masih terdapat beberapa rest area dan tempat lain yang tidak memaksa pengunjung untuk melakukan scanning melalui PeduliLindungi.

"Pemerintah tidak akan ragu menindak tempat hiburan yang melakukan pelanggaran," tegasnya.

Meski begitu, ia menyampaikan apresiasi terhadap para anggota Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI) yang telah menerapkan protokol kesehatan ketat dalam pembukaan kembali area pusat kebugaran, sesuai dengan SE Kemenparekraf.

"Hal ini bisa jadi contoh, bahwa pembukaan ruang publik bisa dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Agar semua pihak bisa terlindungi dari penyebaran COVID-19 secara bersamaan perekonomian dan aktivitas masyarakat tetap bisa berjalan," ujar Johnny.



Simak Video "Kerap Bermasalah, Aduan PeduliLindungi Sampai Ratusan Ribu"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)