Kamis, 28 Okt 2021 12:40 WIB

Prediksi Lonjakan COVID-19 Akhir Tahun Menguat, PPKM Bakal Diperketat Lagi?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Pandemi COVID-19 DKI Jakarta makin hari makin terkendali. Salah satu indikatornya persentase kasus positif COVID-19 sudah berada di angka 0,9 persen. Ilustrasi. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, sejumlah pihak mewanti-wanti risiko lonjakan kasus COVID-19 di RI akibat tingginya mobilitas masyarakat. Lonjakan kasus COVID-19 sebelumnya disebut-sebut terjadi pasca libur Idul Fitri. Lantas, akankah PPKM diperketat kembali?

Menjawab itu, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menyebut hingga kini belum ada kepastian soal aturan pembatasan mobilitas di momen Natal dan Tahun Baru mendatang.

Namun ia menegaskan, pemerintah telah meniadakan cuti bersama dibarengi persiapan perayaan momen Tahun Baru.

"Apabila kita bicara Tahun Baru, sudah ada kebijakan pemerintah bahwa masalah cuti bersama, libur bersama, itu ditiadakan. Kemudian pembatasan daripada bepergian Aparatur Sipil Negara ini sudah jelas," ujarnya dalam diskusi daring, Kamis (29/10/2021).

"Karena kita belajar dari penambahan angka COVID-19 pasca perayaan Idul Fitri kemarin. Ini tentunya perlu kita cermati bersama, pemerintah telah mengurangi kegiatan-kegiatan masalah Tahun Baru ini sudah disosialisasikan untuk bisa bagaimana kegiatan-kegiatan Tahun Baru ini dapat berjalan tanpa meningkatnya angka penularan COVID-19," sambung Rusdi.

Rusdi menambahkan, pihaknya kini masih menunggu kebijakan dari pemerintah terkait peraturan perayaan Natal dan Tahun Baru.

"Kita masih menunggu bagaimana kebijakan pemerintah tentang libur Natal dan Tahun baru. Apakah perayaan Tahun Baru ini diperbolehkan atau tidak, tentunya kita masih menunggu kebijakan pemerintah," pungkasnya.



Simak Video "Kritikan Ahli Atas Kebijakan Inggris Tangani Lonjakan Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)