Kamis, 28 Okt 2021 15:55 WIB

Salut! Ilmuwan Asal RI Wakili AstraZeneca Terima Penghargaan di Inggris

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
(FILES) In this file photo taken on March 11, 2021 a vial of the AstraZeneca Covid-19 vaccine in Paris on March 11, 2021. - Italy joined other European nations on March 15, 2021, in blocking the use of the AstraZeneca/Oxford vaccine over fears of a link to blood clots, pending a review by the EU regulator. (Photo by JOEL SAGET / AFP) Foto: AFP/JOEL SAGET
Jakarta -

Ilmuwan asal Indonesia, Carina Citra Dewi Joe, akan mewakili tim manufaktur vaksin Oxford-AstraZeneca menerima penghargaan 'Pride of Britain' di London pada akhir pekan ini.

Ketua tim manufaktur Dr Sandi Douglas mengatakan Carina memiliki peran yang penting dalam pengembangan jenis vaksin COVID-19 ini. Carina merupakan sosok penemu formula 'dua sendok makan sel' yang menjadi landasan produksi besar vaksin AstraZeneca ini.

Carina menemukan 'Formula 30 mililiter sel' itu pada 15 Januari 2020 lalu. Hal ini yang memungkinkan produksi vaksin menjadi lebih banyak 10 kali, dengan menggunakan sel sekitar dua sendok makan.

"Dengan kombinasi upaya Dr Carina Joe untuk meningkatkan proses manufaktur dan komitmen serta kerja keras rekan-rekan kami di AstraZeneca dan semua mitra kami lainnya, kami mampu memberikan vaksin untuk dunia, dibuat di berbagai penjuru dunia dengan harga semurah mungkin," kata Dr Sandy yang dikutip dari BBC Indonesia, Kamis (28/10/2021).

"Ada lebih dari 1,5 miliar dosis vaksin Oxford-AstraZeneca yang didistribusikan secara global. Sangat bangga dengan kerja kami yang memungkinkan manufaktur vaksin dilakukan dari selusin tempat di lima benua, dengan sejumlah besar vaksin dikirim ke berbagai negara di luar Amerika Utara dan Eropa," lanjutnya.

Hampir menyerah

Selama mengembangkan vaksin Corona, Carina Joe mengatakan hampir menyerah dua kali karena tekanan yang begitu besar. Tekanan itu muncul tanpa ia tahu pasti apakah vaksin yang dikembangkannya akan berhasil atau tidak.

Menurut Carina, pandemi COVID-19 ini mengajarkannya untuk tahan banting dengan segala kondisi yang ada. Sebab, ia menjadi orang satu-satunya yang bisa mengerjakan eksperimen vaksin ini dan tidak bisa digantikan orang lain.

"Saya sempat bilang, saya mau berhenti, saya tak bisa lagi lakukan ini. Nangis-nangis di depan bos. Mereka berikan pengertian. Mau gimana lagi, cuma kamu yang melakukannya, tidak ada gantinya lagi. Mau sakit atau tidak tetap harus dikerjakan," jelas Carina.

"Saya hampir menyerah, bos saya bilang, kita melakukan hal yang tepat. Ini mungkin satu hal yang sangat penting yang kita lakukan dalam karir kita, karena banyak orang yang meninggal. Jadi, kita lakukan yang terbaik demi kemanusiaan," imbuhnya.



Simak Video "AstraZeneca Mulai Ambil Keuntungan dari Vaksin Covid-19 di 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)