Kamis, 28 Okt 2021 19:45 WIB

Berat Badan Turun 20 Kg, Kim Jong Un Sehat? Ini Kabar Terbarunya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kim Jong Un makin kurus (AP Photo/Ahn Young-joon) Foto: Kim Jong Un makin kurus (AP Photo/Ahn Young-joon)
Jakarta -

Kim Jong Un baru-baru ini dikabarkan mengalami penurunan berat badan hingga 20 kilogram. Namun juga disebutkan, pemimpin Korea Utara tersebut masih dalam kondisi cukup sehat dalam menghadapi sederet problema ekonomi negara.

Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) mengaku menggunakan teknik kecerdasan buatan untuk menyelidiki kondisi Kim. Mengingat hingga kini, Kim belum secara terbuka menunjuk pengganti. Beberapa ahli meyakini, ketidakmampuan pemerintah secara mendadak dapat memperburuk kondisi ekonomi negara tersebut.

Dikutip dari ABC News, seorang pengamat Korea Utara memaparkan, Kim tidak memiliki masalah kesehatan. Penurunan berat badan dan perubahan bentuk fisiknya yang kini jauh lebih kurus sebenarnya disebabkan upaya Kim untuk memperbaiki bentuk fisik. Menurutnya, Kim terlihat biasa-biasa saja dalam mengerjakan kegiatan publik.

Pun begitu, rumor yang tak kunjung terkonfirmasi terus berdatangan. Salah satunya, sebuah tabloid menyebut penampilan Kim di hadapan publik baru-baru ini adalah tipu daya belaka.

NIS secara tegas menolak dugaan tersebut. Anggota parlemen, Kim Byung-kee, menyebut laporan tabloid tersebut tidak berdasar.

Dalam pertemuan ia menyebut, Kim mengalami penurunan berat badan dari 140 kilogram menjadi 120 kilogram. Dipaparkan, Kim telah terlibat dalam kegiatan publik selama 70 hari sepanjang tahun ini, meningkat 45 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

Menuntun Korut melawan Corona

Setelah 10 tahun menjabat, Kim kini terlihat menjalani perjuangan terberat disebabkan kesulitan ekonomi parah akibat pandemi COVID-19. Menurut NIS, pejabat Korea Utara tengah berjuang keras mengatasi lonjakan harga barang dan kekurangan obat-obatan yang memperburuk penyebaran penyakit lewat air seperti demam tifoid.

Di samping itu, Korea Utara juga belum memperlihatkan urgensi terkait vaksinasi COVID-19. Mengingat, program vaksinasi COVID-19 terus-menerus tertunda di tengah keterbatasan stok vaksin secara global.

Diketahui, Korea Utara telah menolak tawaran luar untuk vaksin Rusia dan China. Juga diketahui, Kim belum menunjukkan minat untuk mendapatkan vaksin Pfizer yang membutuhkan negosiasi dengan pihak Amerika Serikat.



Simak Video "Ada Varian Omicron, Perlukah Vaksin Booster untuk Umum Dipercepat?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)