Jumat, 29 Okt 2021 16:29 WIB

Kronologi Terungkapnya Pekerja WHO Lakukan Pelecehan Seksual di Kongo

Ayunda Septiani - detikHealth
Poster Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Edi Wahyono)

Ada laporan menyebutkan bahwa pekerja WHO sebelumnya telah melakukan pelecehan di Kongo. Penyelidikan ini akhirnya diperintahkan oleh Tedros pada Oktober tahun lalu setelah ada laporan dari sebuah media yang mengklaim bahwa petugas WHO melakukan pelecehan seksual di Kongo.

Sebelum laporan panel independen ini dirilis, AP pada bulan Mei mengklaim adanya pelecehan pada tahun 2019 yang dilakukan petugas WHO dan pejabat di organisasi itu dilaporkan telah menerima laporan adanya dugaan kasus pelecehan.

Temuan media tersebut mengatakan dokter yang bekerja untuk WHO, Jean Paul Ngandu telah menghamili seorang wanita.

Ngandu dan dua pejabat WHO lainnya dilaporkan telah menandatangani kontrak yang menjanjikan untuk membeli tanah bagi seorang wanita yang diduga telah dihamili Ngandu. Menurut keterangan Ngandu, dia dipaksa untuk menyetujui kontrak itu demi melindungi reputasi WHO.

Panel tersebut pun menyampaikan bahwa Tedros baru mengetahui kasus Ngandu setelah AP merilis artikelnya. Laporan panel mengatakan dua pejabat WHO, Andreas Mlitzke, seorang kepala divisi kepatuhan, manajemen risiko dan etika, dan David Webb, pejabat pengawas internal, keduanya merupakan pejabat yang diduga membuat kesepakatan bersama Ngandu.

Laporan AP juga mengidentifikasi dokter WHO Boubacar Diallo telah mengajak seorang wanita muda berinisial S untuk berhubungan seks, dengan imbalan pekerjaan. S berharap Diallo tidak dikerjakan lagi oleh WHO dan dihukum.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(ayd/kna)