Sabtu, 30 Okt 2021 05:00 WIB

Round Up

Corona Delta Plus AY.4.2 Masuk Singapura, RI Sudah Punya 23 'Versi Lama'

Akbar Malik - detikHealth
Corona virus under magnifying glass. Observation made by virologists in the laboratory with microscope.  Red heart shaped coronavirus being mutated through genome modification. 3D rendering. Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/Stockcrafter)

Di samping itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan varian Delta (B1617.2) sebagai Variant of Interest (VoI), tetapi belum masuk pada kategori varian yang menjadi perhatian atau Variant of Concern (VoC). Beberapa penelitian mengungkap seberapa berbahaya varian Delta Plus ini, antara lain:

Profesor biologi sistem komputasi University College London, Francois Balloux, mengatakan subvarian AY.4.2 atau Delta Plus belum terlihat mendorong peningkatan jumlah kasus di Inggris. Selain itu, BBC melaporkan bahwa para ahli memandang varian Delta Plus atau AY.4.2 lebih berbahaya dari varian Delta sebelumnya.

Berdasarkan data pelaporan virus GISAID, varian Delta Plus telah ditemukan di Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan sebagian Eropa Barat. Di Inggris, varian Delta Plus menyumbang lebih dari 6 persen kasus.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Delta Plus Merebak, Epidemiolog: Pelonggaran Tak Boleh Sembarangan"
[Gambas:Video 20detik]

(up/up)