Minggu, 31 Okt 2021 06:00 WIB

e-Life

Aksi Ekshibisionis Bikin Emosi, Bolehkah Langsung Digebuki?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta -

Aksi ekshibisionisme makin meresahkan. Umumnya korban merasa panik dan ketakutan saat berhadapan dengan pelaku, tetapi ada juga lho yang malah ke-trigger ingin memukuli saking emosionalnya.

Reaksi panik, malu dan terhina, sebenarnya adalah reaksi yang diharapkan oleh para pelaku ekshibisionisme ketika mereka beraksi memamerkan alat vital maupun aksi tidak patut lainnya. Karenanya, psikolog klinis Kasandra Putranto dari Kasandra & Associate menyarankan untuk tetap tenang.

"Reaksi kaget, freeze, nggak bisa apa-apa, diem, itu yang dia senangi," jelasnya dalam perbincangan di program eLife detikcom, baru-baru ini.

"Kalau ekshibisionisme itu, pada intinya mereka (pelaku) itu orang yang sebenarnya pasif, tidak agresif, dan sebenarnya awalnya mencari tempat sepi biar tidak ketahuan lalu dia bisa kabur," jelasnya.

Ada kalanya, reaksi korban tidak sesuai yang diharapkan pelaku ekshibisionisme. Bukannya panik dan ketakutan, malah terpancing emosinya lalu menyerang dan melampiaskan kejengkelan yang meledak-ledak.

Menurut Kasandra, emosi yang muncul dalam situasi semacam itu sebenarnya adalah hal yang wajar. Tapi hati-hati, apapun reaksi yang muncul sebaiknya dipertimbangkan betul-betul berbagai kemungkinannya. Selain ada risiko pelaku menyerang balik, juga ada konsekuensi hukum jika melakukan tindak kekerasan, apapun alasannya.

"Apapun yang kita lakukan, pasti ada konsekuensinya. Daripada nanti menyesal kita gebukin orang tapi terus dapat konsekuensinya, mohon dipertimbangkan untuk tidak melakukan kekerasan," pesan Kasandra.

"Ditangkep, diserahin ke polisi biar diproses," saran Kasandra.

(up/up)