Senin, 01 Nov 2021 14:25 WIB

Perjalanan Darat 250 Km Wajib Tes PCR-Antigen, Begini Kata Pakar

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Penumpang KRL dites antigen secara acak sebagai respons dari PT KCI terkait lonjakan Corona. Salah satu stasiun yang melakukan tes antigen adalah Stasiun Bekasi. Naik mobil, motor, dan kereta diwajibkan tes PCR atau antigen. (Foto: Agung Pambudhy)

Selain itu, Dicky mengungkapkan tes antigen ini lebih disarankan diberlakukan untuk mode transportasi dengan banyak orang, misalnya seperti bus antarkota-antarprovinsi atau kereta antarprovinsi.

Jika ingin tetap menerapkan aturan wajib tes ini, tidak hanya dilihat dari batasan wilayahnya. Tetapi, pemerintah harus memastikan hal itu tidak membebani masyarakat, terutama dari segi biaya.

"Jadi yang harus diperhatikan itu, bukan setiap hari harus antigen, kasihan masyarakatnya. Walaupun idealnya begitu, tapi cost effectiveness (efektivitas biaya) tidak terpenuhi karena ini akan melahirkan masalah baru dari di sisi luar, terutama sisi kesehatannya," kata dia.

Untuk itu Dicky menyarankan agar aturan ini diberlakukan bagi mereka yang melintasi antarprovinsi saja dan mereka yang belum divaksinasi lengkap. Menurutnya, jika sebuah negara masyarakatnya sudah banyak yang divaksinasi, negara tersebut sudah bisa mengurangi kewajiban tes Corona ini.

"Ketika vaksinasi lengkap, itu sebetulnya kalau di dalam negeri sudah bisa mengurangi keharusan tes, sebetulnya begitu. Tapi masyarakat harus tetap pakai masker, tidak dalam kasus kontak, dan tidak ada gejala," pungkasnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Daftar Lab Tes Covid-19 di Jakarta yang Terafiliasi dengan Kemenkes"
[Gambas:Video 20detik]

(sao/naf)