Selasa, 02 Nov 2021 08:01 WIB

Round Up

Pelaku Perjalanan 4 Jam Wajib Tes PCR-Antigen, Efektif? Ini Kata Pakar

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jakarta -

Pelaku perjalanan transportasi darat dengan jarak perjalanan minimal 250 km atau waktu perjalanan 4 jam diwajibkan menunjukkan kartu vaksin minimal dosis 1, surat keterangan hasil tes PCR maksimal 3x24 jam, atau antigen maksimal 1x24 jam sebelum perjalanan.

"Ketentuan syarat perjalanan tersebut berlaku bagi pengguna kendaraan bermotor perseorangan, sepeda motor, kendaraan bermotor umum, maupun angkutan penyeberangan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setyadi, dalam keterangan tertulis dikutip detikcom, Senin (1/11/2021).

Hal tersebut diatur dalam Surat Edaran (SE) Nomor 90 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat Pada Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).


Menanggapi hal tersebut, Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman, menyebut aturan syarat tes COVID-19 harus dilihat berdasarkan zona lintas wilayah. Menurutnya, aturan ini lebih baik diberlakukan untuk perjalanan antarprovinsi, sementara untuk perjalanan dalam satu provinsi tidak diperlukan.

"Kalau bicara mode transportasinya, misalnya mobil. Kalau mobil masih di wilayahnya ya nggak perlu. Jadi, menurut saya lebih baik perbatasannya provinsi aja," terang Dicky pada detikcom, Senin (1/11/2021).

"Selain biar nggak ribet pemantauannya, supaya masyarakat nggak terbebani. Karena bagaimanapun yang harus dipahami semua daerah kita levelnya sama, level immunity transmission, jadi relatif sama risikonya," sambungnya.

Ia menyarankan, syarat tes antigen diterapkan kepada pengguna moda transportasi dengan banyak penumpang seperti bus antarkota-antarprovinsi atau kereta antarprovinsi.

"Yang harus diperhatikan itu, bukan setiap hari harus antigen, kasihan masyarakatnya. Walaupun idealnya begitu, tapi cost effectiveness (efektivitas biaya) tidak terpenuhi karena ini akan melahirkan masalah baru dari di sisi luar, terutama sisi kesehatannya," ujar Dicky.

Lebih lanjut, Dicky menyarankan aturan syarat tes diberlakukan bagi pelaku perjalanan antarprovinsi yang belum menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap.

"Ketika vaksinasi lengkap, itu sebetulnya kalau di dalam negeri sudah bisa mengurangi keharusan tes, sebetulnya begitu. Tapi masyarakat harus tetap pakai masker, tidak dalam kasus kontak, dan tidak ada gejala," pungkasnya.

(vyp/up)