Selasa, 02 Nov 2021 09:31 WIB

Singapura Prediksi Hadapi 2.000 Kematian karena COVID-19 Setiap Tahun

Firdaus Anwar - detikHealth
Kasus harian COVID-19 di Singapura terus cetak rekor baru. Pada Rabu (29/9) kemarin kasus harian COVID-19 Singapura bahkan melampaui kasus harian di Indonesia. Ilustrasi. Foto: Getty Images
Jakarta -

Singapura yang berencana hidup damai dengan COVID-19 kini tengah menghadapi lonjakan kasus setelah melakukan pelonggaran. Otoritas setempat mengatakan ini hal yang sudah diprediksi, namun tetap harus dilakukan karena virus akan terus ada dan 'kehidupan' harus tetap berjalan.

Penanganan COVID-19 di Singapura kini lebih berfokus pada manajemen risiko sehingga lonjakan kasus tidak membuat sistem kesehatan kolaps.

Pejabat di Kementerian Kesehatan Singapura, Janil Puthucheary, melaporkan saat ini tingkat kematian COVID-19 berada di angka 0,2 persen. Diprediksi setiap tahun akan ada sekitar 2.000 kematian karena COVID-19, meski dengan pelayanan kesehatan yang berfungsi maksimal.

"Seiring berjalannya waktu jumlah kematian absolut karena COVID-19 akan tetap meningkat meski dengan layanan kesehatan terbaik... Kita mungkin menghadapi sekitar 2.000 kematian setiap tahun," kata Janil seperti dikutip dari Reuters, Selasa (2/11/2021).

Sebagai perbandingan, Janil mengatakan sebelum pandemi bisa ada lebih dari 4.000 kematian karena influenza dan berbagai penyakit pernapasan lainnya di Singapura. Sebagian besar yang meninggal dunia adalah lansia.

Sebanyak 80 persen populasi Singapura saat ini diketahui sudah mendapat dosis vaksin COVID-19. Sebagian besar orang yang sudah divaksinasi hanya mengalami gejala ringan atau tanpa gejala saat kemudian terinfeksi.

Sekitar 95 persen kasus kematian karena COVID-19 di Singapura dalam enam bulan terakhir terjadi pada orang di atas usia 60 tahun. Sebanyak 72 persen yang meninggal belum mendapat vaksinasi.



Simak Video "Status Penularan Covid-19 di Singapura Jadi 'Unknown'"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)