Selasa, 02 Nov 2021 16:08 WIB

Dihantam Badai COVID-19, Ribuan Nakes di Singapura Resign

Ayunda Septiani - detikHealth
Jakarta -

Singapura saat ini tengah mengalami krisis tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit, di tengah lonjakan kasus COVID-19.

Menteri Senior Negara Kesehatan Janil Puthucheary mengatakan, krisis terjadi akibat makin banyak nakes mengunduran diri.

Dikutip dari laman CNA, sekitar 1.500 nakes keluar dari pekerjaannya hanya pada pertengahan tahun 2021, dibandingkan dengan sekitar 2.000 per tahun sebelum pandemi.

Petugas kesehatan asing juga telah mengundurkan diri dalam jumlah yang lebih besar. Hampir 500 dokter dan perawat asing mengundurkan diri selama paruh pertama tahun 2021. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan dengan sekitar 500 nakes selama tahun 2020 dan sekitar 600 pada 2019 lalu.

Pengunduran diri tersebut sebagian besar diajukan karena alasan pribadi, untuk migrasi, atau pindah kembali ke negara asal mereka.

Janil mengutip pesan yang dia terima dari seorang anggota senior tim klinis yang menggambarkan kondisi petugas kesehatan yang terlalu banyak bekerja dan lelah.

Para nakes tersebut merasa sedang 'lari maraton' yang tak kunjung usai lantaran pandemi COVID-19. "Oleh karena itu, tidak mengherankan jika tingkat pengunduran diri meningkat tahun ini," jelas Janil.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian besar nakes tidak bisa mengambil cuti sejak 2020 lalu. Selain itu, lebih dari 90 persen tidak dapat mengambil cutinya juga tahun ini.

"Proporsi ini lebih tinggi dibandingkan dua tahun terakhir. Petugas kesehatan kami telah melampaui panggilan tugas untuk merawat pasien mereka, "tambah Janil.

Menurutnya, rumah sakit telah berusaha agar tidak banyak anggota staf yang bekerja lembur. Selama September lalu, jumlah perawat yang bekerja rata-rata 160 hingga 175 jam per bulan.

(ayd/kna)