Rabu, 03 Nov 2021 11:45 WIB

Tidurkan Bayi Pakai Susu Campur Obat Flu, ART Asal RI di Singapura Ditahan

Vidya Pinandhita - detikHealth
Baby bottle with milk and a measuring scale on the background of a lot of full bottles of breast milk. Mothers milk - the most healthy food for newborn Ilustrasi susu bayi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Pilin_Petunyia)
Jakarta -

Seorang asisten rumah tangga asal Indonesia berusia 32 tahun di Singapura divonis 6 bulan akibat mencampurkan susu bayi dengan obat pilek, Selasa (2/11/2021). Lantaran sudah lelah, ia berharap obat tersebut bisa membuat bayi cepat tidur.

Demi merahasiakan nama korban, pihak pengadilan tak membuka nama ART tersebut. Diketahui, ia telah bekerja untuk keluarga tersebut selama 14 bulan sebelum kejadian. Ia tak pernah mengeluhkan pekerjaan atau rasa lelah mengurus bayi.

Dikutip dari Channel News Asia, kronologinya, sekitar pukul 20.30 ibu dari bayi tersebut menyuruh ART untuk memberi susu kepada bayinya yang waktu itu berusia 13 bulan.

ART mengambil botol susu bayi di dapur berisi 100 ml susu. Kemudian, ia pergi ke kamarnya sendiri untuk mengambil tablet obat flu dan pilek bernama Anarex. Obat ini biasa diresepkan untuk demam, flu, dan nyeri yang memberikan efek samping berupa rasa kantuk.

ART tersebut mengetahui bahwa Anarex adalah zat yang bikin mengantuk lantaran ia sudah pernah meminumnya sebelumnya. Ia berencana memberi susu campur Anarex sehingga bayi tidur sepanjang malam dan tidak memerlukan perawatan apa pun.

ART memasukkan tablet Anarex ke dalam susu bayi. Bayi minum sekitar 90 ml dan tidur 20 menit kemudian. ART menempatkan bayi di ranjang, kemudian kembali ke dapur berniat langsung mencuci botol susu.

Sepupu dari bayi yang tengah ada di lokasi melihat benda kecil berwarna biru dan putih di dalam botol susu. Ia langsung melapor pada ibu dari bayi. Setelah diperiksa, diketahui benda kecil tersebut adalah sisa tablet Anarex. ART sempat mengelak, mengaku tak tahu-menahu soal tablet tersebut.

Ibu bayi mencicipi tablet dan menghadapkannya pada ART. ART langsung mengaku mencampur susu korban dengan Anarex dan meminta maaf.

Sang ibu segera menelpon polisi. Pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit menunjukkan bayi dalam kondisi baik dengan tanda-tanda vital stabil.

Dalam mitigasi, ART mengaku ingin bayinya beristirahat sehingga dia bisa beristirahat juga. Ia merasa bersalah atas tindakannya dan meminta keringanan hukuman sebab ia menjadi satu-satunya pencari nafkah di keluarga. Suaminya meninggalkannya, sementara ibu dari ART tersebut dalam perawatan kritis akibat COVID-19.



Simak Video "Mahkamah Agung AS Batalkan Aturan Legal Aborsi, Dirjen WHO Kecewa"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)