Kamis, 04 Nov 2021 08:30 WIB

Karantina Pelancong Dipangkas Jadi 3 Hari, Sudah Amankah ? Ini Kata Satgas IDI

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jakarta -

Muncul aturan baru karantina untuk pelaku perjalanan dari luar negeri yang baru tiba di Indonesia. Kini, pelaku perjalanan yang sudah menerima 2 dosis vaksin COVID-19 hanya diwajibkan menjalani karantina selama 3 hari (3 x 24 jam). Sedangkan yang baru menerima 1 dosis, tetap menjalani karantina 5 hari. Memangnya sudah aman ya?

Ketua Satgas COVID-19 IDI Prof Zubairi Djoerban menerangkan karantina bertujuan melindungi warga Indonesia dari penularan baru oleh orang yang baru melakukan perjalanan dari luar negeri. Selain itu, karantina juga melindungi pelaku perjalanan itu sendiri. Sebab jika mereka positif COVID-19 pasca perjalanan, dapat mendapatkan pengobatan yang seharusnya.

Aturan karantina untuk pelaku perjalanan luar negeri sempat dibuat 14 hari. Kemudian diganti menjadi 8 hari, diganti lagi menjadi 5 hari, dan kini dipangkas menjadi 3 hari khusus penerima 2 dosis vaksin COVID-19.

Prof Zubairi menambahkan, perkembangan studi menunjukkan bahwa baru setelah 14 hari risiko penularan terhitung rendah sekali, 1 hingga 2 persen.

"Hari ke berapa penularan itu tinggi? Pada hari ke empat. Makanya, saat kita menentukan 8 hari itu bagus. Waktu 5 hari juga masih sesuai dengan bukti ilmiah," terang Prof Zubairi dalam akun Twitter miliknya @ProfesorZubairi, dikutip detikcom, Kamis (4/11/2021).

"Tiga hari masa karantina ini belum saatnya? Kalau jadi prasyarat tunggal tentu akan banyak ilmuwan atau dokter yang keberatan. Tapi ini kan diperuntukkan kepada yang telah menerima dua kali dosis vaksin. Yang vaksinasi sekali itu masih 5 hari," sambungnya.

Menurutnya jika kelak timbul klaster COVID-19 dari pelaku perjalanan luar negeri yang tiba ke RI, kewajiban karantina bisa dikembalikan ke aturan 5 atau 8 hari.

"Tapi sebaliknya, kalau dalam jangka panjang kebijakan 3 hari ini tidak memengaruhi lonjakan kasus, bahkan misalnya cenderung turun, ya suatu waktu bisa kita hilangkan saja karantina ini," pungkasnya.

(vyp/up)