Minggu, 07 Nov 2021 15:14 WIB

Suka Cabut Kulit di Sekitar Kuku yang Mengelupas? Awas Ini Bahayanya

Syifa Aulia - detikHealth
Nail picker Sering menarik sobekan kulit di sekitar kuku? Begini bahayanya. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Pernahkah mengalami sobekan kulit berukuran kecil di sekitar kuku? Hal itu dinamakan sebagai hangnails atau bintil kuku.

Bintil kuku tidak termasuk bagian dari kuku. Bintil kuku terbuat dari sel-sel kulit yang membentuk tonjolan kecil di sekitar kuku. Saat kulit terlepas dari permukaan dan masih menempel di dasar, maka akan muncul bintil kuku.

Dikutip dari Times of India, Minggu (7/11/2021), bintil kuku seringkali dialami oleh orang berkulit kering, sebab sangat rentan dengan kerusakan. Orang yang memilikinya biasanya sangat ingin mencabut dengan tangan kosong. Namun, hal itu justru membuat sekitar kuku mereka menjadi luka hingga berdarah.

Meski seringkali merasa tidak nyaman dan ingin mencabut kulit, namun jika dilakukan sembarangan bisa menyebabkan infeksi seperti cantengan. Pasalnya, bintil kuku tumbuh di area sensitif yakni di ujung kuku. Area tersebut terdapat banyak pembuluh darah dan ujung saraf sehingga mudah luka.

Dampak mencabut bintil kuku sembarangan

Inflamasi

Mencabut bintil kuku sembarangan bisa menyebabkan peradangan sehingga timbul rasa sakit dan iritasi. Jika terjadi peradangan, area kuku itu akan bengkak dan kemerahan.

Infeksi

Permukaan kulit normal dapat ikut terkupas, padahal kulit normal tersebut berfungsi untuk mencegah bakteri masuk. Jika kulit normal terkupas, bakteri akan berkembang di sekitar area yang luka sehingga terjadi infeksi.

Cara mengobati

Gunakan gunting kuku untuk memotong bintil kuku. Sebelum memotong, celupkan jari-jari tangan ke dalam air panas untuk membuat kulit lembut. Selanjutnya, potong bintil kuku seukuran normal. Setelah dipotong, oleskan pelembab untuk mencegah kulit kering dan bintil kuku tumbuh lagi.

Hal yang harus dilakukan jika terlanjur luka

Jika area bekas bintil kuku terlanjur meradang dan membengkak, kompres luka tersebut dengan es dan oleskan dengan krim antibiotik. Namun, jika infeksi semakin menyebar dan tak kunjung sembuh, segera periksa ke dokter.



Simak Video "FWB dan Bahaya Infeksi Menular Seks"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)