Senin, 08 Nov 2021 09:05 WIB

Sosok 'Pangeran Vaksin dari India' yang Disebut Bisa Akhiri Pandemi COVID-19

Ayunda Septiani - detikHealth
CEO Serum Institute of India (SII), Adar Poonawalla Adar Poonawala. (Foto: Dok. CNN)
Jakarta -

Seorang pria asal India dijuluki sebagai 'Pangeran Vaksin' dan disebut bisa mengakhiri pandemi COVID-19. Adalah, Adar Poonawalla, namanya menjadi populer sejak munculnya vaksin COVID-19 di India.

Pria yang berusia 39 tahun ini merupakan anak dari salah satu miliarder Cyrus Poonawalla (80), pendiri Serum Institute of India (SII). Sejak 2011 lalu, dia menjadi CEO dari produsen vaksin terbesar di dunia yang didirikan 55 tahun lalu. Adar memiliki kekayaan lebih dari US$ 12,7 miliar atau sekitar Rp 182,2 triliun (asumsi Rp 14.300/US$).

Serum Institute of India (SII) memproduksi sebanyak 1,5 miliar vaksin setiap tahun untuk vaksin campak, rubella, tetanus, dan banyak penyakit lainnya. Dosis vaksin dibuat terutama didistribusikan ke negara-negara berpenghasilan rendah di seluruh dunia, termasuk India. Poonawalla memperkirakan bahwa lebih dari 50 persen bayi di dunia bergantung pada vaksin yang dibuat di SII.

Munculnya COVID-19 dimuka bumi, membuat Adar harus mengeluarkan ratusan juta dolar ke fasilitas manufakturnya di India, dan berkomitmen untuk membuat jutaan dosis vaksin virus Corona yang pada saat itu belum terbukti.

Vaksin itu, yang dibuat oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca (AZN), saat itu masih dalam uji klinis. Tidak ada yang yakin berapa lama vaksin tersebut akan berkembang, apalagi apakah itu akan berhasil.

"Itu adalah risiko yang diperhitungkan. Tapi saya tidak melihat pilihan pada saat itu, jujur saja. Saya hanya merasa menyesal tidak melakukan satu atau lain cara," kata Adar kepada CNN International.

SII juga berencana memberikan vaksin kepada ratusan juta orang India dan negara-negara miskin.

Simak video 'Alasan WHO Izinkan Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 India 'Covaxin'':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ini Daftar Vaksin yang Diakui Arab Saudi untuk Syarat Naik Haji"
[Gambas:Video 20detik]