Senin, 08 Nov 2021 09:05 WIB

Sosok 'Pangeran Vaksin dari India' yang Disebut Bisa Akhiri Pandemi COVID-19

Ayunda Septiani - detikHealth
CEO Serum Institute of India (SII), Adar Poonawalla Adar Poonawala. (Foto: Dok. CNN)

Lebih dari US$ 250 juta berasal dari dana perusahaan sendiri. Dan sebanyak US$ 300 juta lainnya datang dari Bill and Melinda Gates Foundation, yang bekerja sama dengan SII untuk memberikan dosis diskon atau gratis kepada negara-negara berpenghasilan rendah.

Selebihnya, dibayar oleh negara lain begitu SII mulai menerima pesanan vaksin. Secara total, SII setuju untuk membuat hingga 200 juta dosis vaksin untuk 92 negara, sebagai bagian dari kesepakatannya dengan Gates Foundation dan Gavi, aliansi vaksin.

Setelah berhasil mengumpulkan dana dan kepercayaan kepada lulusan studi bisnis dari Universitas Westminster London ini, vaksin AstraZeneca menerima persetujuan dari regulator Inggris pada Desember 2020 lalu.

Dalam mempersiapkan produksi vaksin AstraZeneca, Adar juga mengatakan dia menghabiskan US$ 800 juta untuk membeli bahan kimia, seperti botol kaca dan bahan mentah lainnya, serta juga meningkatkan kapasitas produksi di pabriknya di kota Pune, India Barat.

Namun rencana menghentikan pandemi oleh bapak dua anak ini gagal saat gelombang kedua COVID-19 melanda India pada musim semi. Akibat adanya lonjakan infeksi COVID-19 saat itu, distribusi vaksin ke seluruh negeri dan negara-negara lain terhambat bahkan gagal.

Pada puncaknya negara itu melaporkan lebih dari 400.000 kasus per hari, meskipun para ahli menyebutkan jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.

India kini masih menjadi negara kedua dengan kasus COVID terbanyak di dunia. Per Senin tercatat 34.366.614 infeksi dan 461.043 kematian, dikutip dari laman Worldometers.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Ini Daftar Vaksin yang Diakui Arab Saudi untuk Syarat Naik Haji"
[Gambas:Video 20detik]

(ayd/kna)