Bupati Berharap 4 Ribu Vaksin Kedaluwarsa di Kudus Masih Bisa Dipakai

ADVERTISEMENT

Bupati Berharap 4 Ribu Vaksin Kedaluwarsa di Kudus Masih Bisa Dipakai

Dian Utoro Aji - detikHealth
Senin, 08 Nov 2021 21:15 WIB
Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo meninjau pemberian vaksinasi COVID 19 di RPTRA Amir Hamzah, Jakarta, Rabu(29/9/21). Kegiatan bakti sosial dan mobil vaksin door to door untuk masyarakat umum dengan jenis vaksin sinovac, astrazeneca dan modena dengan penerapan protokol kesehatan untuk mempercepat target vaksinasi pemerintah guna menciptakan kekebalan kelompok.
Ilustrasi vaksin AstraZeneca (Foto: Agung Pambudhy)

Hartopo mengatakan capaian vaksin untuk lansia terus digenjot. Per hari ini capaian vaksin untuk lansia di angka 40 persen dari target 71.098 orang. Dia pun menargetkan vaksin lansia bisa di atas 60 persen.

"Capaian lansia sekarang kemarin pfizer kan, ini sekitar 40 persen. Ini harapan kami nanti tahun ini sebelum ganti tahun di atas 50 persen. Dan target kita 60 persen lansia sudah tervaksin Corona," jelasnya.

Dengan demikian, tambah Hartopo Kabupaten Kudus bisa turun dari PPKM Level 3 menjadi PPKM level 2. "Kita targetkan dulu nanti baru kita laporkan, karena PPKM Level 3 ini tergantung vaksin lansia," pungkas Hartopo.

Diberitakan sebelumnya, empat ribuan dosis vaksin Astrazeneca di Kudus sudah kedaluwarsa per 29 Oktober 2021.

"Jumlah diperkirakan 4.000 an sampai ED. Itu dosis masih disimpan di rumah sakit, yang saya laporkan ke Kemenkes ada 400 vial," kata Kasi Surveilans dan Imunisasi pada Dinkes Kudus, Anik Fuad pada wartawan ditemui di kantornya, Selasa (2/11/2021).



Simak Video "Indovac Sudah Kantongi EUA untuk Vaksin Booster"
[Gambas:Video 20detik]

(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT