ADVERTISEMENT

Selasa, 09 Nov 2021 05:41 WIB

Akhirnya Terungkap, Ini Sumber Pencemaran Paracetamol di Teluk Jakarta

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Peneliti itu terdiri dari Wulan Koagouw, Zainal Arifin, George WJ Olivier, dan Corina Ciocan menemukan konsentrasi tinggi paracetamol di Angke, yaitu 610 nanogram per liter, dan Ancol 420 ng/L, keduanya di Teluk Jakarta. Pencemaran paracetamol (Dok. DLH DKI Jakarta)

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Science Direct pada Agustus 2021, menyebutkan para ahli menganalisis sampel air yang diambil dari empat lokasi di Jakarta dan satu di pantai utara Jawa Tengah.

Dari temuan tersebut diketahui dua dari empat titik yang diteliti di Teluk Jakarta, yaitu di Angke terdeteksi memiliki kandungan paracetamol sebesar 610 nanogram per liter dan di Ancol sebesar 420 nanogram per liter.

"Ini adalah studi pertama yang melaporkan keberadaan paracetamol (acetaminophen) di perairan pesisir di sekitar Indonesia," ungkap peneliti.

3. Kontaminasi paracetamol tinggi

Kontaminasi paracetamol tinggi yang terdeteksi, dibandingkan dengan tingkat lain yang dilaporkan dalam literatur ilmiah, meningkatkan kekhawatiran tentang risiko lingkungan yang terkait dengan paparan jangka panjang dan, terutama, dampak pada peternakan kerang di dekatnya.

Studi yang dilakukan oleh Wulan Koagouw, Zainal Arifin, George WJ Olivier, dan Corina Ciocan ini juga menemukan parameternya melebihi batas yang telah ditetapkan. Selain kandungan paracetamol, mereka juga menemukan adanya cemaran logam.

"Mengingat pertimbangan obat-obatan sebagai kontaminan yang muncul, data ini menunjukkan penyelidikan lebih lanjut diperlukan," sambung mereka.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Temuan Terkini soal Kasus Kematian Puluhan Anak Gambia Terkait Paracetamol"
[Gambas:Video 20detik]

(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT