Selasa, 09 Nov 2021 17:00 WIB

Riset: Tak Divaksin 16 x Lebih Berisiko Bergejala Berat-Meninggal Kena COVID-19

Vidya Pinandhita - detikHealth
Warga di Dieng Batur, Banjarnegara, antusias ikuti kegiatan vaksinasi COVID-19 massal. Seperti diketahui, vaksinasi gencar dilakukan demi capai herd immunity. Ilustrasi vaksinasi COVID-19. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Riset terbaru di Australia menunjukkan orang yang tidak divaksinasi 16 kali lebih mungkin terkena COVID-19 bergejala berat hingga membutuhkan perawatan intensif, atau meninggal dunia. Hal itu disampaikan oleh Departemen Kesehatan New South Wales (NSW), Australia.

"Orang muda dengan dua dosis vaksin mengalami tingkat infeksi yang lebih rendah dan hampir tidak ada penyakit serius," terang Petugas Kesehatan NSW Kerry Chant dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Selasa (9/11/2021).

"Sementara mereka yang tidak divaksinasi dalam kelompok usia ini berisiko lebih besar terkena COVID-19 dan memerlukan rawat inap," sambungnya.

Hal serupa disampaikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC). Dalam laporannya pada September 2021 disebutkan, orang yang tidak divaksinasi 11 kali lebih berisiko meninggal dunia akibat COVID-19 daripada orang-orang yang menerima vaksin COVID-19 dosis penuh.

Data dari departemen kesehatan NSW, Australia yang dipublikasikan pada Senin (8/11/2021) menyebut hanya 11 persen dari 412 orang yang sudah divaksin COVID-19, meninggal akibat infeksi varian Delta selama empat bulan terhitung hingga Oktober 2021.

Hanya sekitar 3 persen pasien COVID-19 di unit perawatan intensif sudah menerima dua dosis vaksin COVID-19. Sementara lebih dari 63 persen dari 61.800 kasus yang terdeteksi antara 16 Juni hingga 7 Oktober diketahui belum menerima dosis lengkap vaksin COVID-19.

Meski pandemi COVID-19 di Australia terpantau sempat membaik, serangan varian Delta mulai Juni 2021 memicu kebijakan lockdown berbulan-bulan di Sydney, Melbourne, dan kota-kota terbesarnya.

Tercatat lebih dari 1.841 dan sekitar 87 persen dari hampir 183.000 infeksi COVID-19 disebabkan varian Delta.



Simak Video "Tawaran Vaksin Covid-19 dari Korsel Masih Dicuekin Korut"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)