Jaksel-Tangerang Termasuk, Corona Nanjak Lagi di 32 Wilayah Ini

ADVERTISEMENT

Jaksel-Tangerang Termasuk, Corona Nanjak Lagi di 32 Wilayah Ini

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Selasa, 09 Nov 2021 18:23 WIB
Jakarta -

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan ada beberapa kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali yang mengalami tren kenaikan kasus COVID-19. Daerah penyumbang terbanyak berasal dari Jawa Tengah, yang memiliki 10 kabupaten/kota yang memiliki tren kenaikan kasus tertinggi.

Kenaikan ini terlihat berdasarkan analisis 7 Days Moving Average (DMA) per tanggal 1-7 November 2021.

"Dari persebaran tersebut, maka terlihat penyumbang terbesar kabupaten/kota yang meningkat berasal dari Jawa Tengah yaitu memiliki 10 kabupaten/kota yang mengalami tren kenaikan kasus," kata Wiku dalam konferensi pers BNPB, Selasa (9/11/2021).

Wiku mengatakan, tren rata-rata kenaikan kasus harian selama 7 hari atau 7 days moving average ini bisa digunakan untuk memantau perkembangan kasus. Selain itu, bisa juga melihat pola perkembangan kasus yang akan terjadi ke depannya, terlebih akan memasuki periode libur Natal dan Tahun Baru.

Pada periode tersebut, kegiatan berkumpul yang akan semakin meningkat di periode inilah yang perlu diantisipasi, karena kenaikan kasus berpotensi lebih besar.

Berikut daftar kabupaten dan kota yang mengalami tren peningkatan kasus COVID-19:

Banten

Lebak
Kota Tangerang

DKI Jakarta

Jakarta Selatan
Jakarta Timur
Jakarta Barat

Jawa Tengah

Banjarnegara
Boyolali
Grobogan
Temanggung
Tegal
Wonosobo
Karanganyar
Blora
Kendal
Kota Surakarta

Jawa Barat

Sukabumi
Cirebon
Sumedang
Bekasi
Kota Bogor
Kota Bekasi
Kota Depok

DI Yogyakarta

Kulonprogo
Bantul

Jawa Timur

Banyuwangi
Madiun
Bojonegoro
Trenggalek
Mojokerto
Ngawi
Pamekasan

"Dimohon kepada seluruh bupati dan walikota dari kabupaten/kota ini untuk terus membaca dan menganalisis data dari 7 days moving average ini dengan cara membandingkan rata-rata kasus harian selama 7 hari dengan rata-rata kasus harian COVID-19 selama 7 hari sebelumnya," pungkasnya.

(sao/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT