ADVERTISEMENT

Selasa, 09 Nov 2021 19:39 WIB

Raja Singa, Penyakit Menular Seksual yang Bisa Picu Kerusakan Organ

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Eighteen plus, age limit, sign in neon style. Only for adults. Night bright neon sign, symbol 18 plus. Vector Illustration. Raja singa (Foto: Getty Images/iStockphoto/Soifer)
Jakarta -

Penyakit menular seksual sifilis atau disebut juga dengan raja singa adalah infeksi bakteri menular seksual yang bisa diidap, baik pria maupun wanita dari hubungan seksual.

Dikutip dari Medical News Today, Senin (9/11/2021), pada tahap awal penyakit raja singa dapat diobati. Namun, jika tidak segera ditangani atau dibiarkan tanpa pengobatan bisa menyebabkan kecacatan, gangguan neurologis, hingga kematian.

Pada 2018, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencatat sebanyak 64 persen pengidap sifilis atau raja singa melibatkan pria yang berhubungan seks sesama pria. Namun, kasusnya juga meningkat pada pria dan wanita heteroseksual.

Adapun fakta-fakta terkait penyakit menular seksual raja singa sebagai berikut.

1. Apa itu penyakit raja singa?

Sifilis atau penyakit raja singa adalah infeksi yang berkembang karena bakteri yang disebut treponema pallidum. Biasanya, gejala penyakit ini ditandai dengan munculnya luka di area alat kelamin atau dubur. Luka tidak menyebabkan rasa sakit.

Jika melakukan kontak langsung dengan orang yang memiliki luka tersebut dapat menyebarkan bakteri dan menularkannya. Selain itu, sifilis dapat menyebar melalui aktivitas seksual, seperti oral, seks anal, atau penetrasi vagina. Sementara penyakit ini jarang menularkan melalui ciuman.

2. Tahap penyakit raja singa

Tahapnya sendiri dibagi menjadi 4 tahap, yakni primer, sekunder, laten, atau tersier

a. Tahap primer

Gejala penyakit raja singa pada tahap primer ditandai dengan munculnya luka di alat kelamin yang tidak terasa nyeri, dengan tekstur keras dan berbentuk bulat. Muncul dalam 10 hari sampai 3 bulan setelah bakteri masuk ke dalam tubuh.

b. Tahap sekunder

  • Luka yang menyerupai kutil di mulut, dubur, dan alat kelamin
  • Ruam yang tidak gatal, bertekstur kasar, berwarna merah atau merah-coklat yang muncul dan menyebar ke seluruh tubuh, termasuk telapak tangan dan telapak kaki
  • Nyeri otot
  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Rambut rontok merata
  • Sakit kepala
  • Penurunan berat badan tiba-tiba tanpa alasan
  • Kelelahan

c. Tahap laten

Pada tahap ini penyakit dapat berlangsung selama beberapa tahun dan tubuh akan menyimpan penyakit tanpa gejala. Namun, bakteri berisiko aktif kembali. Maka dari itu, pada tahap ini dokter menyarankan untuk mengobati penyakit raja singa, meski gejala tidak muncul.

d. Tahap tersier

Tahap ini berlangsung 10 sampai 30 tahun setelah timbulnya infeksi. Pada titik ini, raja singa sudah memburuk dan bisa merusak organ, seperti jantung, pembuluh darah, liver, tulang, sendi, hingga bisa menyebabkan kematian.

Apa saja faktor risiko dan upaya pencegahan penyakit raja singa?

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Gejala Cacar Monyet Dilaporkan Mirip Infeksi Menular Seksual"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT