ADVERTISEMENT

Jumat, 12 Nov 2021 16:30 WIB

Rony Dozer Meninggal, Serangan Jantung Mengintai Pemilik Kondisi Ini

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Mengenang Mendiang Rony Dozer saat Cicip Soto hingga Donat Rony Dozer meninggal dunia usai mengalami serangan jantung. (Foto: Instagram @dozersmile75)
Jakarta -

Rony Dozer meninggal dunia usai mengalami serangan jantung. Pria berusia 46 tahun itu sebelumnya memiliki kolesterol tinggi.

Sebelum meninggal dunia, Rony Dozer tengah menikmati suasana sore di depan rumahnya. Virnie Ismail, rekan artis yang juga tetangga Rony Dozer menceritakan kronologinya.

"Jadi saya ditelepon katanya Rony dari sore duduk di kursi yang sama depan teras. Akhirnya saya ke rumahnya, belum ada keluarganya, karena Rony lagi sendiri di situ," ujar Virnie Ismail saat dihubungi wartawan, Jumat (12/11/2021).

3 faktor yang paling berisiko

Berdasarkan data Pengendalian Pencegahan Penyakit Menular Amerika Serikat (CDC), tiga faktor risiko utama pemicu serangan jantung termasuk kolesterol tinggi. Lainnya meliputi tekanan darah tinggi dan merokok.

Faktor risiko lain yang kerap ditemukan dalam kasus erangan jantung juga termasuk usia. Pria berusia 45 tahun ke atas atau wanita berusia 55 tahun ke atas lebih mungkin mengalami serangan jantung ketimbang usia lebih muda.

Kegemukan

Obesitas dikaitkan dengan kadar kolesterol darah tinggi, kadar trigliserida tinggi, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Empat hal tersebut otomatis meningkatkan risiko serangan jantung.

Diabetes

Tidak cukup memproduksi hormon yang disekresikan oleh pankreas (insulin) atau tidak merespons insulin dengan benar menyebabkan kadar gula darah tubuh seseorang meningkat, hal ini juga meningkatkan risiko serangan jantung.

Sindrom metabolik

Sindrom ini terjadi ketika seseorang mengidap obesitas, saat memiliki tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi. Memiliki sindrom metabolik membuat seseorang dua kali lebih berisiko terkena penyakit jantung.

Riwayat keluarga

Jika saudara kandung, orang tua, atau kakek-nenek pernah mengalami serangan jantung dini (pada usia 55 tahun untuk pria dan pada usia 65 tahun untuk wanita), kamu juga lebih berisiko terkena serangan jantung.

Kurangnya aktivitas fisik

Kurang aktivitas fisik juga memicu risiko serangan jantung. Sebaiknya, mulai aktif berolahraga secara teratur agar jantung tetap sehat dan tekanan darah juga terjaga.

Stres

Tidak hanya secara fisik, jika seseorang kerap merasa stres, risiko serangan jantung juga meningkat.

Autoimun

Seseorang yang memiliki kondisi gangguan imunitas tubuh seperti rheumatoid arthritis atau lupus dapat meningkatkan risiko serangan jantung.



Simak Video "Yuk Belajar CPR, Pertolongan Pertama Henti Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT