ADVERTISEMENT

Sabtu, 13 Nov 2021 18:00 WIB

SBY Kanker Prostat, Ini Kemungkinan Alasannya Memilih Dirawat di Luar Negeri

Astika - detikHealth
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), merespons terpilihnya Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat lewat agenda yang diklaim sebagai kongres luar biasa (KLB). SBY menuding Moeldoko telah melakukan kudeta bersama orang dalam partai. Hal itu disampaikan di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021). Ini kemungkinan SBY memilih perawatan kanker prostat di luar negeri. (Foto: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha)
Jakarta -

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono telah usai menjalani operasi penanganan kanker prostat stadium awal pada Kamis (11 November 2021), di RS Mayo Clinic, Amerika Serikat.

Juru bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menyebutkan bahwa keputusan menjalani perawatan di Amerika Serikat bukan hanya keputusan pribadi dan keluarga. Namun, juga didasari oleh konsultasi mendalam dengan tim di Indonesia dan urolog senior.

Berbicara dalam seminar kanker prostat, Sabtu (13/11/2021), dr Agus Rizal Hardy, SpU, selaku dokter spesialis urologi RSU Bunda Jakarta menyampaikan bahwa kemungkinan banyak petinggi negara melakukan perawatan kanker prostat ke luar negeri karena belum tersedianya teknologi robotik di Indonesia.

Salah satu penanganan kanker prostat adalah melalui operasi pengangkatan kelenjar prostat (prostatektomi radikal), terutama untuk kanker yang belum menyebar. Biasanya operasi jenis ini dilakukan secara laparoskopi, yakni pembedahan dengan sayatan kecil.

Nah proses operasi menggunakan robot diketahui bisa membantu operasi kanker prostat berjalan lebih akurat.

"Kemungkinan banyak petinggi negeri yang melakukan perawatan kanker prostat ke luar negeri karena belum tersedianya teknologi robotic radical prostatectomy di Indonesia," ujar dr Agus dalam webinar Kanker Prostat, Sabtu (13/11/2021).

"Padahal operasi kanker prostat dengan metode robotic radical prostatectomy ini bisa membuat lama rawatan menjadi lebih cepat dan pendarahan lebih minimal," imbuhnya.



Simak Video "Tim Dokter Optimistis SBY Bisa Sembuh"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT