Minggu, 14 Nov 2021 19:38 WIB

Round Up

5 Negara Ini Pernah Sukses Atasi Pandemi, Kini 'Ambyar' Lagi Diamuk Corona

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
People wearing face masks to protect against coronavirus walk on the pedestrian promenade along the beach in Biarritz, southwestern France, Wednesday, July 28, 2021. Local authorities in France are re-imposing mask mandates and other virus restrictions because of fast-growing infections with the delta variant, which is causing COVID-19 hospitalizations in France to rise again. (AP Photo/Bob Edme) Ilustrasi COVID-19 (Foto: AP/Bob Edme)
Jakarta -

Pandemi COVID-19 belum usai, sebagian besar negara di Eropa yang sebelumnya berhasil menangani pandemi kembali melaporkan kenaikan kasus. Beberapa negara berencana kembali menerapkan lockdown.

Dikutip dari AP News Minggu (14/11/2021), berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dalam seminggu terakhir kematian akibat virus corona naik menjadi 10 persen di Eropa.

Tingkat vaksinasi cenderung rendah di beberapa negara di Eropa diduga menjadi penyebab lonjakan kasus COVID-19. Sementara itu, Jerman dan Inggris bahkan mencatat kasus baru tertinggi di dunia.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut daftar negara di Eropa yang mengalami lonjakan kasus COVID-19

1. Jerman

Jerman menghadapi gelombang keempat COVID-19, setelah sempat mencatat kasus COVID-19 tembus 50 ribu dalam sehari. Dalam 7 hari Jerman terus mencatat rekor tertinggi kasus penularan COVID-19. Dikutip dari data Robert Koch Institute per Sabtu (13/11/2021), jumlah orang yang terinfeksi naik menjadi 277,4 per 100 ribu penduduk. Bahkan, di beberapa wilayah kasusnya meningkat menjadi 500.

2. Rusia

Pada Sabtu (13/11/2021), Rusia mencatat kasus kematian tertinggi akibat COVID-19 sebanyak 1.241 kasus kematian dalam satu hari. Ini merupakan kasus kematian tertinggi di Rusia sejak pandemi COVID-19 melanda. Sementara kasus konfirmasi positif, tercatat sebanyak 39.256 kasus dengan pasien sembuh sebanyak 33.802 kasus.

3. Inggris

Sementara itu, Inggris juga menjadi negara Eropa selanjutnya yang mengalami kenaikan kasus COVID-19 tertinggi setelah Rusia. Per Sabtu (14/11/2021), tercatat sebanyak 38.351 kasus dan 157 kematian.

4. Prancis

Per Sabtu (13/11/2021), Prancis mencatat 14.646 kasus baru COVID-19. Pada Rabu (10/11/2021) lalu, Menteri Kesehatan Prancis, Olivier Veran, menyebutkan jika saat ini Prancis berada di awal gelombang kelima pandemi. Varian Delta menjadi penyumbang terbesar penambahan kasus.

3. Austria

Austria menjadi negara Eropa selanjutnya yang juga melaporkan kenaikan kasus COVID-19. Rencananya, akan diberlakukan lockdown bagi orang yang belum divaksin. Per Sabtu (13/11/2021), Austria melaporkan 13.152 kasus baru dengan 48 kasus kematian.

"Menurut rencana tambahan, kita sebenarnya hanya memiliki beberapa hari sampai kita harus memberlakukan lockdown bagi orang yang tidak divaksinasi," beber Kanselir Austria, Alexander Schallenberg dalam konferensi pers. Ia juga menyebut tingkat vaksinasi Austria "sangat rendah".

5. Belanda

Sama halnya dengan Austria, Belanda juga akan menerapkan kebijakan lockdown menyusul lonjakan kasus di negara tersebut.

Dikutip dari Reuters, Minggu (14/11/2021), menyebutkan selama tiga minggu ke depan dimulai pada Sabtu (13/11), sejumlah tempat publik, seperti bar, restoran dan toko non-esensial diperintahkan untuk tutup pada pukul 19:00 waktu setempat.

Belanda terus mengalami lonjakan kasus COVID-19 usai melonggarkan kebijakan pembatasan sosial pada akhir September. Kasus COVID-19 mencapai rekor Kamis (11/11) dengan 16.300 kasus. Sementara per Sabtu (14/11/2021), tercatat sebanyak 13.848 kasus baru dengan 33 kematian.



Simak Video "Pahami Lagi Perbedaan Endemi, Epidemi, dan Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)