Senin, 15 Nov 2021 08:02 WIB

Valentino Rossi Pensiun, Kekasih Tak Kuasa Tahan Tangis di Balapan Terakhir

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
MotoGP rider Valentino Rossi of Italy waves at the end of the Valencia Motorcycle Grand Prix, the last race of the season, at the Ricardo Tormo circuit in Cheste, near Valencia, Spain, Sunday, Nov. 14, 2021. Rossi will be retiring from MotoGP racing as the season ends in Valencia. (AP Photo/Alberto Saiz) Valentino Rossi pensiun. (Foto: AP/Alberto Saiz)
Jakarta -

Momen Valentino Rossi pensiun mengundang haru banyak publik. Per Minggu (14/11/2021) Valentino Rossi resmi mengakhiri balapan pamungkasnya di seri Moto GP Valencia.

Dirinya tak akan lagi terlihat beraksi sebagai pebalap di Kejuaraan Dunia Moto GP. Perasaan haru juga dirasakan sang kekasih, Francesco Sofia Novello yang menemani sesi terakhir Rossi tersebut.

Dalam kondisi tengah mengandung anak pertama Rossi, Novello tampak tak kuasa menahan tangis. Terlebih saat Rossi menyelesaikan finis di lomba MotoGP Valencia, dan menghampirinya.

Tertangkap kamera, Novello terlihat tengah berurai air mata. Ia pun lantas memeluk Rossi. Pebalap Italia itu terlihat menenangkan Novello sembari terus tersenyum, menikmati momen terakhirnya di MotoGP yang dirayakan banyak orang.

Kekasih Valentino Rossi tak kuasa menahan tangis di momen balapan terakhir.Kekasih Valentino Rossi tak kuasa menahan tangis di momen balapan terakhir. Foto: Tangkapan layar Instagram
Kekasih Valentino Rossi tak kuasa menahan tangis di momen balapan terakhir.Kekasih Valentino Rossi tak kuasa menahan tangis di momen balapan terakhir. Foto: Tangkapan layar Instagram

Menurut psikolog klinis dari Personal Growth, Veronica Adesla, wajar jika perasaan haru dialami mereka yang akhirnya pensiun. Momen pensiun menjadi tanda dari perjalanan karir seseorang yang selama ini menjadi bagian besar dari hidupnya.

Tidak sedikit dari mereka yang pensiun kemudian memikirkan apa saja rencana kegiatan ke depan.

"(Perasaan haru saat pensiun) tentunya lumrah, karena karirnya selama ini adalah bagian dari identitas diri dan nilai, keberhargaan dirinya yang sudah terbentuk berpuluh tahun. Meninggalkan karirnya selama ini akan menjadi kehilangan yang sangat juga yang bisa dirasakan olehnya," jelas Vero beberapa waktu lalu.

"Mungkin ada muncul pertanyaan dalam dirinya (seperti) what next? Apakah ke depannya saya akan tetap dapat mempertahankan nilai dan pandangan (terhadap dirinya) yang selama ini ada?" lanjut Vero.



Simak Video "KuTips: Kiat-kiat Menghilangkan Cegukan Tanpa Obat"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)