Senin, 15 Nov 2021 11:20 WIB

Kafe-kafe Penuh Sesak Seolah Pandemi Berakhir, Delta Plus AY.4.2 Apa Kabar?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Foto: PIUS ERLANGGA
Jakarta -

Berapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI Jakarta, sudah mulai menerapkan PPKM level 1. Berbagai aktivitas telah dilonggarkan, kapasitas pengunjung di berbagai tempat seperti warung makan, restoran, dan kafe juga ditingkatkan.

Melihat hal ini, Satgas IDI Prof Zubairi Djoerban mengingatkan infeksi COVID-19 bisa meningkat lagi jika masyarakat kendor. Disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak masih penting untuk dilakukan.

"Situasi kita sudah cukup baik. Tapi saya lihat, dari dalam kendaraan, kafe-kafe penuh sesak-seolah pandemi berakhir," cuitnya dalam akun Twitter pribadinya, dilihat detikcom, Senin (15/11/2021).

Pemerintah juga mulai mewaspadai munculnya varian Corona 'Delta Plus' atau AY.4.2 yang memicu peningkatan kasus di banyak negara, khususnya Inggris. Varian ini juga sudah ditemukan di negara tetangga, Singapura dan Malaysia.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin beberapa waktu lalu menegaskan akan tetap melakukan pengawasan ekstra ketat antara Indonesia dan Malaysia, untuk mencegah penyebaran virus melalui pintu terluar.

"Perbatasan kita dijaga apalagi ini sudah Malaysia banyak orang Indonesia pulang pergi dari Malaysia baik darat, laut dan udara. Ini nanti kita tingkatkan penjagaannya agar kita bisa menahan masuknya potensi masuknya varian baru ini ke Indonesia," kata Menkes.

Situasi terlihat makin mengkhawatirkan sebab dalam sebulan terakhir, DKI Jakarta mencatat peningkatan kasus varian baru Corona yang signifikan. Jumlah varian baru Corona terbanyak di Indonesia berasal dari DKI Jakarta, dengan total 1.327 kasus.

Berdasarkan catatan Balitbangkes Kemenkes RI per 13 November, penambahan varian Delta paling tinggi dilaporkan Jawa Barat yaitu bertambah 165 kasus, DKI Jakarta 90 kasus, disusul Sulawesi Utara 86 kasus.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)