Selasa, 16 Nov 2021 10:46 WIB

Cerita Dubes RI Warga Singapura 'Dipaksa' Vaksin Imbas Amukan COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Singapura melaporkan kasus gejala berat dan angka pasien Corona rawat inap meningkat beberapa hari terakhir. Ratusan orang terinfeksi dari klaster perkantoran hingga asrama. Masih banyaknya orang yang tidak mau divaksin jadi salah satu penyebab lonjakan kasus di Singapura. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Sejak 16 Juli 2021 lalu, Singapura mengalami lonjakan kasus COVID-19. Menurut Dubes RI untuk Singapura, Suryopratomo, ini disebabkan oleh beberapa hal seperti kemunculan varian Delta, pelanggaran protokol kesehatan, hingga banyaknya orang yang tidak mau divaksinasi.

Maka dari itu, pemerintah Singapura mulai memberlakukan kebijakan baru untuk mendorong tingkat vaksinasi di negara tersebut. Salah satu caranya orang-orang 'dipaksa' untuk divaksinasi.

"Sekarang kebijakan terbaru, orang 'dipaksa' untuk divaksinasi. Karena di awal, pemerintah Singapura melakukan pendekatan voluntary. Jadi, orang sukarela untuk divaksinasi atau tidak divaksin," jelas Suryopratomo webinar daring, Selasa (16/11/2021).

"Sementara Indonesia sejak awal mandatori, wajib itu divaksin," imbuhnya.

Sementara di Singapura saat ini sekitar 60 ribu sampai 100 ribu lansia tidak mau divaksinasi. Padahal mereka termasuk dalam kelompok yang paling rentan.

Suryopratomo mengatakan dalam tiga bulan terakhir, angka kematian di Singapura sudah mencapai 300 orang. Sebagian besar dari angka tersebut adalah mereka yang usianya di atas 60 tahun dan memiliki komorbid.

Untuk itu, masyarakat Singapura 'dipaksa' untuk divaksinasi dengan kebijakan baru. Caranya yaitu dengan pemerintah Singapura tidak lagi menanggung biaya perawatan pasien COVID-19 yang memang tidak divaksinasi.

"Dan sekarang semua orang 'dipaksa' untuk divaksinasi, apa yang dilakukan? Orang yang tidak divaksinasi dan terkena COVID-19, maka biaya rumah sakitnya harus bayar sendiri. Itulah bagian dari upaya Singapura," kata dia.

"Sampai tanggal 21 November nanti, diharapkan sudah muncul stabilisasi. Tapi, Singapura menyadari tidak mungkin Singapura menggunakan pendekatan zero-covid seperti China lagi," pungkasnya.

Simak video 'Ikuti Langkah WHO, Singapura Siapkan Vaksinasi untuk 5 Tahun ke Atas':

[Gambas:Video 20detik]



(sao/kna)