Ternyata Kanker Kulit Bisa Terdeteksi dari Warna Kuku, Seperti Ini Ciri-cirinya

ADVERTISEMENT

Ternyata Kanker Kulit Bisa Terdeteksi dari Warna Kuku, Seperti Ini Ciri-cirinya

Ayunda Septiani - detikHealth
Selasa, 16 Nov 2021 13:32 WIB
Nutritious sunflower seeds fill a wood bowl, accented with a metal scoop and yellow sunflower
Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Kuku merupakan bagian yang dibutuhkan tubuh untuk membantu melindungi jari tangan dan kaki kita. Selain itu, kuku juga memungkinkan kita dapat melakukan aktivitas seperti menggaruk atau memungut sesuatu.

Kuku sendiri menerima darah dan nutrisi dari tubuh, jadi kuku bisa menandakan kekurangan atau penyakit tertentu yang mungkin kamu alami.

Perubahan warna kuku mungkin tidak terlalu mengkhawatirkan dalam banyak kasus. Tetapi, terkadang itu bisa menjadi pertanda penyakit kronis yang dialami seseorang, terutama kanker.

Dikutip dari laman Times of India, berikut beberapa hal yang dapat mengungkap kondisi kesehatan melalui kuku.

1. Mengingatkan soal kesehatan

Perubahan kuku bisa terjadi kepada siapa saja, semua tergantung pada jenis penyakit dan kekurangan yang dialami oleh seseorang.

Sementara, kuku yang menguning atau menebal biasanya menunjukkan infeksi jamur, kuku yang rapuh mungkin merupakan penanda mengalami penyakit tiroid atau anemia.

Apabila melihat retakan kecil pada kuku, mungkin ini menunjukkan psoriasis atau alopecia areata. Selain itu, garis putih di bawah kuku dapat berarti menderita penyakit ginjal atau hati.

2. Perubahan warna kuku bisa jadi penanda kanker

Perubahan warna kuku tidak bisa diabaikan, karena bisa mengindikasikan kanker. Perubahan warna pada kuku dapat mendeteksi melanoma subungual, sejenis kanker kulit.

Tanda ini dapat muncul dalam bentuk garis gelap di bawah kuku, yang dapat menyebabkan perubahan warna pada kuku. Ini dapat membuat area gelap di dekat kutikula kuku, juga dikenal sebagai lesi subungual.

Selain sebagai tanda kanker, perubahan warna kuku tersebut juga merupakan hasil dari pengobatan kanker, efek samping darinya biasanya terjadi akibat obat kanker.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT