Selasa, 16 Nov 2021 18:26 WIB

Ada 1,3 Miliar Perokok di Dunia, WHO: 'Virus' Tembakau Sudah Lama Jadi Pandemi

Firdaus Anwar - detikHealth
Concept image of a Calendar with a yellow push pin. Closeup shot of a thumbtack attached. The words Quit Smoking written on a white notebook to remind you an important appointment. Foto: Getty Images/iStockphoto/XtockImages
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut jumlah perokok di dunia berkurang dari yang tadinya sekitar 1,32 miliar orang pada tahun 2015 menjadi 1,3 miliar di tahun 2020. Ditargetkan jumlah perokok dunia akan terus berkurang sampai 1,27 miliar pada 2025.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan negara-negara harus lebih agresif mengendalikan konsumsi tembakau lewat menaikkan pajaknya. Dengan demikian akses masyarakat terhadap produk tembakau akan lebih terbatas dan pada akhirnya mengurangi konsumsi.

"Kalau saja tembakau ini virus, kita pasti sudah lama menyebutnya sebagai pandemi dan dunia akan melakukan segala cara untuk menghentikannya," kata Tedros saat membuka pertemuan global MOP2.

"Tapi kenyataannya ini menjadi bisnis miliaran dolar yang mengambil untung dari kematian dan penyakit, membebani sistem kesehatan, serta membebani ekonomi lewat berkurangnya produktivitas," lanjut Tedros seperti dikutip dari situs resmi WHO, Selasa (16/11/2021).

Tedros mengingatkan pada semua negara agar berhati-hati dengan perusahaan rokok. Perlu ada perlindungan terhadap kebijakan kesehatan yang tidak menguntungkan industri tembakau.

"Perjalanan kita masih panjang. Perusahaan rokok akan melakukan segala cara untuk melindungi keuntungan yang mereka dapatkan dari berjualan produk mematikan," pungkas Tedros.



Simak Video "Sejumlah Penyakit Berbahaya yang Mengintai Para Perokok"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)