Rabu, 17 Nov 2021 09:16 WIB

Syarat Perjalanan di PPKM Jawa-Bali yang Diperpanjang Sampai 29 November

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pemprov DKI mengklaim Jakarta sudah masuk zona hijau COVID-19. Aktivitas warga pun terpantau sedikit meningkat dari saat awal-awal PPKM. Faktanya? Syarat perjalanan di PPKM Jawa-Bali. (Foto: Andhika Prasetya)
Jakarta -

Inmendagri Nomor 60 tahun 2021 tentang Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali level 3, 2, dan 1 tidak memberikan detail aturan syarat perjalanan. Meski begitu, aturan ini dimuat dalam surat edaran Satgas COVID-19 terbaru.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkap aturan perjalanan yang tertuang dalam surat edaran Satgas COVID-19 berlaku untuk semua level PPKM. Artinya, tidak ada perbedaan aturan perjalanan di masing-masing level PPKM.

"Berdasarkan Inmendagri ini PPKM di wilayah Jawa-Bali akan diperpanjang hingga tanggal 29 November dengan ketentuan sebagai berikut, untuk syarat perjalanan dalam negeri yaitu PPDN mengikuti aturan yang dikeluarkan oleh Satgas Penanganan COVID-19 yaitu SE nomor 21 Tahun 2021 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri pada masa pandemi," beber Wiku dalam konferensi pers PPKM, Selasa (16/11/2021).

"Surat edaran ini berlaku untuk seluruh level PPKM," lanjut dia.

Saat kembali dikonfirmasi, menurut keterangan Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Alexander Ginting, aturan syarat perjalanan kini mengacu pada surat edaran Satgas COVID-19 terbaru yang bisa dipantau dalam laman resmi BNPB. Aturan perjalanan terbaru dimuat dalam surat edaran Satgas Nomor 22 Tahun 2021.

Berikut poin-poin syarat perjalanan dalam negeri.

Pelaku perjalanan wajib memakai aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat perjalanan dalam negeri.

Via udara

Pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara dari dan ke daerah di wilayah Jawa dan Bali, baik perjalanan antarkabupaten atau antarkota di dalam wilayah Jawa Bali wajib menunjukkan:

  • Kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan surat keterangan hasil tes negatif RT - PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan atau;
  • Kartu vaksin (vaksinasi dosis kedua) dan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

Pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara antarkabupaten atau antarkota di luar wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali wajib menunjukkan:

  • Kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan hasil negatif test RT-CR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.

Via laut dan darat

Pelaku perjalanan dengan moda transportasi laut, darat, menggunakan kendaraan pribadi atau umum, penyeberangan dan kereta api antarkota wajib menunjukkan:

  • Kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam atau;
  • Hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

Bagaimana syarat perjalanan di wilayah aglomerasi dan mana saja kelompok yang dibebaskan dari syarat perjalanan? Cek di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "WHO Jelaskan Penyebab Kasus 'Florona' Bisa Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]