Jumat, 19 Nov 2021 14:50 WIB

Praveen/Melati Disorot, Bisakah Tetap Profesional Saat Ada Konflik Personal?

Vidya Pinandhita - detikHealth
XD Players name : 
Praveen JORDAN (INA) [2] /
Melati Daeva OKTAVIANTI (INA)

Credit Photo : HUMAS PP PBSI

Location:
Hotel Westin Resort Nusa Dua Bali, Indonesia.


Order of Play Wednesday, 17 November 2021
Result :
https://www.tournamentsoftware.com
or
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Foto: Dok. Humas PP PBSI
Jakarta -

Ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti baru-baru ini menuai perhatian lantaran dinilai gagal membangun komunikasi di lapangan pada beberapa turnamen terakhir. Duet berjuluk 'honey couple' tersebut diminta untuk menyelesaikan problema personal mereka lebih dulu di luar lapangan.

"Itu kan, saya rasa ya udah mereka sendiri-lah, masalah pribadi itu kan, jangan sampai di bawa-bawa ke lapangan," ungkap Pelatih ganda campuran PBSI Nova Widianto, Kamis (18/11) siang, dikutip dari detikSport.

"Kalau jujur sih, mereka sendiri ngomong, tapi kan mereka ngomong di wartawan enggak ada masalah. Ya kemarin kita tanya ada masalah begitu. Tapi ya, kalau kita cuma membahas itu, habis waktu. Kita juga masih ada yang lain, yang istilahnya masih menang, kita fokus di situ dulu-lah," sambungnya.

Bekerja bersama sembari punya hubungan, apakah memungkinkan?

Dalam kesempatan lainnya, psikolog Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, menjelaskan emosi pasti ada ketika dua bekerja bersama, baik pada mereka yang punya hubungan di luar pekerjaan atau tidak. Namun memang jika terdapat hubungan di luar pekerjaan, ada kemungkinan emosi timbul lebih sering.

"Saat dua orang mau pasangan mau nggak bekerja sama, pasti banyak emosi terlibat. Maksudnya, pasti ada adjustment. Kalau punya relation, mungkin jadinya memang lebih banyak isu emosi yang bisa terjadi lebih sering. Kalau dia partner terbiasa habis emosi-emosi di rumah, ke kantor atau di situ, tapi nggak di dua tempat. Kalau berpasangan itu di dua tempat," terangnya pada detikcom, Jumat (19/11/2021).

"Apakah mungkin? Tergantung orangnya. Karena kalau saya lihat teman-teman dan klien, ada yang bisa ada yang bilang nggak bisa," lanjutnya.

Mengatasi risiko cekcok pasangan yang bekerja bareng, Diana menyinggung pentingnya toleransi. Sebab menurutnya, orang-orang yang bekerja bersama dalam kondisi menjalin hubungan sebenarnya lebih membutuhkan kekompakkan untuk mengerti kondisi emosi satu sama lain.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Jangan 'Jebak' Anak ke Psikolog"
[Gambas:Video 20detik]