Jumat, 19 Nov 2021 15:45 WIB

Performa Praveen/Melati Terganggu Urusan Personal? Ini Saran Psikolog

Vidya Pinandhita - detikHealth
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Foto: dok.PBSI
Jakarta -

Pebulutangkus ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti tengah menjadi perbincangan hangat lantaran dinilai gagal membangun komunikasi di lapangan dalam beberapa turnamen terakhir. Oleh pelatih, pasangan berjuluk 'honey couple' tersebut diminta untuk membereskan masalah mereka lebih dulu di luar urusan lapangan.

Terkait urusan personal yang mempengaruhi kerja profesional, psikolog Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, menerangkan bahwa keterlibatan emosi pasti terjadi, baik pada pasangan profesional yang memiliki hubungan khusus atau tidak. Namun memang pada pasangan yang bekerja bersama, kecenderungan emosional memang lebih tinggi.

"Saat dua orang mau pasangan mau nggak bekerja sama, pasti banyak emosi terlibat. Maksudnya, pasti ada adjustment. Kalau punya relation, mungkin jadinya memang lebih banyak isu emosi yang bisa terjadi lebih sering," terangnya pada detikcom, Jumat (19/11/2021).

"Kalau dia partner terbiasa habis emosi-emosi di rumah, ke kantor atau di situ, tapi nggak di dua tempat. Kalau berpasangan itu di dua tempat. Apakah mungkin? Tergantung orangnya. Karena kalau saya lihat teman-teman dan klien, ada yang bisa ada yang bilang nggak bisa," sambung Dianaa.

Menurutnya, pun suatu pasangan bekerja bersama dalam satu kantor atau lapangan pada kasus atlet, hubungan profesional tetap mungkin bisa dijalankan selama ada toleransi.

Sebaiknya, masing-masing menghargai prioritas agar perkara hubungan tak terseret ke ranah pekerjaan. Atau sebaliknya, masala di tempat kerja terseret ke hubungan.

Rawat hubungan justru dengan 'Me Time'

Diana menambahkan, penting untuk menghargai 'quality time' satu sama lain. Sebab, pada pasangan dengan intensitas pertemuan yang tinggi di rumah ditambah di tempat kerja, amat mungkin masing-masing membutuhkan waktu untuk sendiri.

"Nggak berarti karena kita pasangan, bisa mencampuri urusan kerjaan yang seharusnya dihormati. Semua profesional pada bidangnya. Mesti ada waktu untuk sendiri-sendiri di luar pekerjaan, di luar rumah," bebernya.

"Misalnya janjian untuk pergi sendiri, melakukan sesuatu tanpa pasangan, tergantung kesenangan masing-masing. Masing-masing punya kesenangan pribadinya. Komunikasinya harus bagus," pungkas Diana.



Simak Video "WHO: Hampir 1 Miliar Orang di Dunia Memiliki Gangguan Mental"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)