Sabtu, 20 Nov 2021 13:00 WIB

Round Up

Terungkap! Ini Isi Botol Mencurigakan di Lab AS Berlabel 'Cacar'

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
3D illustration. Genetic test in test tube. Geger penemuan 15 botol berlabel 'cacar' di sebuah lab di Amerika Serikat. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)
Jakarta -

Baru-baru ini, Amerika Serikat geger dengan adanya penemuan beberapa botol yang berlabel 'cacar' di sebuah laboratorium. Botol-botol tersebut ditemukan di dalam lemari es lab Philadelphia pada Senin malam.

Dikutip dari The Sun, ada sebanyak 15 botol misterius yang ditemukan di lokasi tersebut. Melihat ini, pihak FBI dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) langsung menginvestigasi apa yang terjadi di balik insiden tersebut.

Dari 15 botol misterius itu, 10 di antaranya yang diberi label 'Vaccinia'. Sementara lima lainnya diberi label 'Smallpox' yang mematikan. Akibatnya, fasilitas lab tersebut dikunci.

Sudah diberantas sejak 1980

Cacar dianggap sangat berbahaya, sehingga hanya dua laboratorium di dunia yang diizinkan untuk menyimpan sampel virus, satu di Rusia dan yang lainnya di CDC Atlanta, Georgia. Para ilmuwan pun memperdebatkan apakah ada sampel cacar yang tersisa karena bahaya yang tidak diketahui yang dapat ditimbulkannya.

Cacar dinyatakan telah berhasil diberantas pada 1980 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) usai vaksinasi global bersama. Sebelumnya, virus ini mudah manular antarmanusia dan menginfeksi 15 juta populasi per tahun dan menyebabkan 30 persen dari mereka meninggal dunia.

Adakah yang terpapar dari temuan botol atau vial?

"Tidak ada indikasi bahwa siapa pun telah terpapar sejumlah kecil vial atau botol di kulkas salah satu lab AS tersebut," kata CDC dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email ke CNN.

"Vial berlabel 'Smallpox' secara tidak sengaja ditemukan oleh seorang pekerja laboratorium saat membersihkan lemari es di fasilitas yang melakukan penelitian vaksin di Pennsylvania," sambung mereka.

CDC menyebut isi botol tersebut tampak utuh. Pekerja lab yang menemukannya juga menggunakan sarung tangan dan masker.

Isi dari botol

Dari hasil penyelidikan, CDC mengkonfirmasi bahwa 15 botol atau vial itu bukan berisi vaccinia, virus yang terkait dengan virus variola yang menyebabkan cacar.

"Tidak ada bukti bahwa botol-botol tersebut mengandung virus variola, penyebab cacar," kata CDC dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari CNN, Jumat (19/11/2021).

"CDC melakukan kontak dekat dengan pejabat kesehatan negara bagian dan lokal, penegak hukum, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang temuan ini," lanjutnya.



Simak Video "Varian Omicron Menyebar di AS dengan Rata-rata Penyakit Ringan"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)