Senin, 22 Nov 2021 15:32 WIB

Viral TikTok Kemnaker Soal Gaji Vs Mental Health, Ini Kata Psikolog

Vidya Pinandhita - detikHealth
Tangkapan layar dari akun Tiktok Kementerian Ketenagakerjaan (@kemnaker) Foto: Tangkapan layar dari akun Tiktok Kementerian Ketenagakerjaan (@kemnaker)

"Ada banyak faktor kemungkinan orang menilai seperti itu, antara dengan gaji yang semakin lama semakin besar orang punya motivasi atau terpacu untuk melakukan sesuatu lebih baik supaya mendapatkan income yang juga lebih baik sehingga sering lupa dan mengabaikan kesehatan mental," jawab Sari.

"Sedangkan dengan gaji kecil, merasa tidak ada yang perlu diupayakan karena gajinya hanya segitu. Dia lebih memiliki untuk nothing to lose, jadi seadanya saja tidak termotivasi. Itu bisa juga ada," sambungnya.

Namun, Sari menegaskan setiap orang bisa memiliki banyak faktor berbeda di balik kondisi kesehatan mental. Selain faktor ekonomi seperti gaji, faktor genetik, klinis, psikososial, serta sistem dan manajemen di tempat kerja juga bisa berpengaruh.

"Tidak bisa ditarik simpulan ini berlaku untuk semua orang. Kondisi-kondisi itu mungkin di beberapa kelompok sosial atau di beberapa orang berlaku, tapi itu mungkin tidak bisa dikatakan untuk semua orang lainnya karena setiap orang berbeda," jelasnya.

"Tapi itu mungkin bisa menjadi salah satu landasan berpikir kenapa orang bisa sampai pada simpulan di Tiktok itu," pungkas Sari.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Mengapa Seseorang Mengalami Gangguan Bipolar?"
[Gambas:Video 20detik]

(vyp/naf)