ADVERTISEMENT

Selasa, 23 Nov 2021 04:52 WIB

Round Up

Pakar UGM Perkirakan 80 Persen Populasi RI Sudah Kena Varian Delta

Astika - detikHealth
Corona virus under magnifying glass. Observation made by virologists in the laboratory with microscope.  Red heart shaped coronavirus being mutated through genome modification. 3D rendering. COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/Stockcrafter)
Jakarta -

Terjadi tren penurunan kasus positif COVID-19 di Indonesia yang juga beriringan dengan meningkatnya jumlah penduduk yang sudah vaksin. Pakar juga mengaitkannya dengan kemungkinan80 persen warga sudah terinfeksi varian Delta.

Pakar epidemiologi asal Universitas Gajah Madah (UGM), Citra Indriani, menilai bahwa penurunan kasus positif juga diakibatkan oleh sudah banyaknya penduduk yang terinfeksi virus Corona, terutama varian Delta.

1. 80 persen sudah kena varian delta

Kemungkinan besar sekitar 80 persen penduduk Indonesia sudah terkena varian Delta. Akibatnya, saat ini kemungkinan telah terbentuk imunitas kelompok atau herd immunity secara alamiah.

"Infeksi COVID lebih dari 50 persen adalah asimtomatis, mungkin 80% penduduk kita telah terinfeksi (varian) Delta," ujar Citra, Sabtu (20/11/2021).

2. Masih berisiko gelombang 3

Salah satu upaya mencegah risiko gelombang 3 COVID-19 adalah dengan membentuk imunitas kelompok baik secara alamiah terinfeksi maupun dengan upaya vaksinasi.

Namun,jika hanya mengandalkan imunitas alamiah, gelombang 3 berisiko saja terjadi terutama jika muncul varian baru lainnya.

"Kalau sudah terinfeksi sedemikian banyak apakah sudah memiliki imunitas kelompok dan tidak ada ancaman gelombang ketiga? Sebagian besar infeksi natural membentuk antibodi yang spesifik untuk virus atau strain virus yang menginfeksi, tidak untuk strain yang lain. Sehingga imunitas alamiah yang terbentuk saat ini mungkin tidak bisa kita andalkan apabila kita kedatangan strain yang baru," kata Citra, Sabtu (20/11/2021).

Sedangkan untuk status vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah menyentuh di angka 280 juta sudah divaksinasi dan 88 juta diantaranya sudah mendapat vaksin lengkap.

"Harapannya tentu pada percepatan vaksinasi. Kalaupun gelombang 3 terjadi, sistem kesehatan kita tidak lagi menghadapi kasus-kasus berat yang jumlahnya ribuan setiap harinya," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT