Selasa, 23 Nov 2021 19:26 WIB

Sama Saja! Dokter Sebut Rokok dan Vape Dua-duanya Bisa Picu Kanker Paru

Astika - detikHealth
Rokok elektronik menggunakan baterai bekerja dengan cara memanaskan cairan di dalam tabung atau vaping. Dokter menyebut vape juga bisa memicu kanker paru (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Kanker paru menduduki peringkat pertama jenis kanker yang diidap oleh laki-laki. Pasalnya, hal ini berkaitan dengan kebiasaan merokok pada laki-laki yang merupakan faktor risiko utama kanker paru.

Kebiasaan merokok menjadi berbahaya karena dalam setiap batangnya mengandung 3 bahan yang berbahaya, yakni zat adiktif berupa nikotin, 4000 zat toksik, dan 60 zat karsinogenik.

Saat ini, sudah banyak kampanye yang menyerukan untuk membatasi rokok. Salah satunya, vape (rokok elektrik) yang diklaim lebih sehat dan aman.

Namun, anggapan ini dibantah oleh dr Sita Laksmi Andarini, PhD, SpP(K), dokter spesialis paru konsultan onkologi RSUP Persahabatan dalam seminar kanker paru, Selasa (23/11/2021).

"Perhimpunan Dokter Paru Indonesia tidak merekomendasikan rokok elektrik (vape) dan rokok herbal sebagai terapi untuk berhenti merokok. Apapun vape pasti mengandung nikotin," ujar dr Sita.

Menurutnya, baik rokok tradisional maupun vape memiliki efek buruk bagi kesehatan karena keduanya tetap menghasilkan asap atau uap rokok yang bisa meningkatkan risiko kanker paru.



Simak Video "Rokok Elektrik Vs Rokok Konvensional, Mana yang Lebih Berbahaya?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)