Sabtu, 27 Nov 2021 06:00 WIB

Riset Terbaru: Molnupiravir Kurang Manjur, Efektivitas Merosot Jadi 30 Persen

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Molnupiravir: Pil antivirus eksperimental untuk pasien Covid terbukti kurangi kematian dan perawatan di rumah sakit Tiba di RI Desember, Molnupiravir ternyata kurang manjur melawan COVID-19. (Foto: BBC Magazine)

Dikutip dari Al Jazeera, paxlovid, obat saingan yang dikembangkan Pfizer, disebut-sebut sebagai 'game changer' lantaran bisa digunakan sebagai perawatan awal di rumah untuk membantu mencegah rawat inap dan kematian.

Data dari pil Pfizer, setelah analisis penelitian yang melibatkan 1.200 peserta, menunjukkan penurunan 89 persen dalam risiko rawat inap atau kematian terkait virus Corona dibandingkan dengan plasebo.

Kedua obat eksperimental memiliki mekanisme aksi yang berbeda. Merck dirancang untuk memasukkan kesalahan ke dalam kode genetik virus. Obat Pfizer, bagian dari kelas yang dikenal sebagai protease inhibitor, dirancang untuk memblokir enzim yang dibutuhkan virus Corona untuk berkembang biak.

Pekan lalu, pengawas obat-obatan Uni Eropa menyarankan negara-negara mereka dapat menggunakan pil antivirus COVID-19 Merck dalam situasi darurat yang dipicu oleh meningkatnya tingkat infeksi, sebelum persetujuan resmi pengobatan di seluruh blok.

Inggris Raya sudah menyetujui Molnupiravir.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(naf/naf)