Sabtu, 27 Nov 2021 09:00 WIB

Kurang Manjur, RI Jadi Pakai Molnupiravir Nih Tahun Depan?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Close-up red and black Medicine Capsules in Blister Packs Obat COVID-19 molnupiravir kurang manjur, RI jadi pakai tahun depan? (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Supersmario)
Jakarta -

Riset terbaru Merck and Co, farmasi kesehatan asal Amerika Selatan merilis hasil analisis baru. Efikasi pil obat COVID-19 Molnupiravir rupanya menurun, menjadi 30 persen.

Padahal, di studi awal mereka, obat oral COVID-19 pertama di dunia itu menunjukkan hasil menjanjikan dengan berhasil memangkas risiko kasus COVID-19 rawat inap dan kematian. Penurunan efikasi Molnupiravir membuat obat ini terbukti kurang manjur.

Semenrtara, Indonesia sudah membeli 600 hingga 1 juta obat Molnupiravir yang rencananya akan tiba Desember dan siap pakai 2022. Merespons temuan baru ini, Kemenkes belum bisa memastikan apakah Indonesia benar akan memakai Molnupiravir tahun depan.

"Kita masih menunggu hasil publikasi atau kajian dengan resmi ya," sebut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi.

Seperti diketahui, rencana Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya ingin memakai Molnupiravir mulai 2022. Obat ini dikhususkan pada pasien COVID-19 tanpa gejala hingga gejala ringan, agar kondisinya tak memburuk bahkan meninggal dunia.

Molnupiravir juga sebelumnya ditargetkan menjadi salah satu senjata pemerintah dalam menghadapi risiko lonjakan di prediksi gelombang ketiga COVID-19. Namun, studi teranyar berdasarkan pemantauan 1.400 pasien, risiko kasus rawat inap dan kematian hanya bisa dipangkas hingga 30 persen.



Simak Video "Inggris Negara Pertama yang Gunakan Molnupiravir Sebagai Obat Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)