Sabtu, 27 Nov 2021 19:00 WIB

Jenis Masker yang Disarankan Dokter Paru Cegah Varian Omicron

Akbar Malik - detikHealth
Masker COVID-19 Ilustrasi masker. Foto: iStock
Jakarta -

Varian COVID-19 terus bermutasi. Saat ini, varian Omicron atau Corona B.1.1.529 yang ditemukan pertama kali di Afrika Selatan menjadi ancaman baru dunia lantaran disebut bisa menular lebih cepat.

Sampai saat ini, varian Omicron telah terdeteksi di Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan dan Zimbabwe, Belgia, Israel, hingga Hong Kong. Karenanya, banyak negara yang sigap menutup pintu internasional bagi pendatang dari Afrika Selatan.

Menyikapi penularan varian baru Omicron, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPSR, menyarankan masker yang masih efektif menangkal varian baru Corona seperti varian Omicron.

"Semua balik ke tujuan penggunaan maskernya, kalau untuk masyarakat sehari-hari cukup dengan penggunaan masker bedah dengan masker kain," jelas dr Agus Dwi Susanto, Sp P(K), kepada detikHealth, Sabtu (27/11/2021).

Meski begitu, dr Agus menegaskan bahwa penggunaan double mask hanya untuk masyarakat dengan aktivitas sehari-hari yang tidak berisiko besar terpapar virus COVID-19. Sementara itu, tenaga medis tetap wajib menggunakan masker N95 karena tingkat filtrasinya lebih tinggi.

"Kalau masker bedah dan masker kain hanya memfiltrasi kurang dari 70 persen partikel sehingga tidak cocok untuk penggunaan medis. Tapi kalau untuk masyarakat disarankan menggunakan double mask," lanjutnya.

Banyak masyarakat yang saat ini menggunakan masker KN95 dan KF94, mana yang lebih baik?

"Sebenarnya sama saja antara KN95 dan KF94, yang penting bisa memfiltrasi partikel kurang dari 2,5 mikron," ujar ahli paru yang berpraktik di RSUP Persahabatan.



Simak Video "Varian Omicron 5 Kali Lipat Lebih Cepat Menular Dibanding Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(Akbar Malik/naf)